Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Dua Indeks Syariah Melemah Pada Penutupan Perdagangan, Senin 10 Juli 2017.
Dream - Diwarnai aksi jual pemodal asing yang meningkat, indeks acuan saham syariah di pasar modal Indonesia menutup perdagangan awal pekan di zona merah. Kecuali sektor perdagangan, seluruh indeks sektoral ditutup melemah.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin 10 Juli 2017, mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup melemah 1,651 poin (0,90%) ke level 182,606. Indeks ISSI sempat bergerak menguat di awal perdagangan usai dibuka di level 184,257. ISSI bahkan sempat menyentuh angka tertinggi di level 184,736.
Namun di sesi siang, laju indeks ISSI kehilangan tenaganya. Besarnya aksi jual mendorong indeks ISSI berkutat di zona negatif.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tercatat turun 8,229 poin (1,1%) ke level 740,786. JII sempat menyentuh titik tertinggi di level 751,267 dan terendah di 740,552.
Transaksi perdagangan saham syariah di awal pekan ini berkurang signifikan. Dengan hanya 29,74 juta saham yang berpindahtangan, nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 2,39 triliun, turun jauh dari sebelumnya Rp 3,78 triliun.
Pemodal asing yang sempat mengurangi aksi jual justru berbalik arah. Asing mencatat kenaikan nett sell saham syariah menjadi Rp 269 miliar, tiga kali lipat lebih besar dari penutupan akhir pekan lalu.
Hampir semua indeks sektoral melemah. Penurunan terbesar dialami emiten sektor properti, keuangan, dan barang konsumsi yang turun masing-masing 1,14 persen, 0,99 persen, dan 0,92 persen.
Investor hanya memainkan sahamnya di sektor perdagangan sehingga indeksnya naik 0,2 persen.
Emiten bluechip syariah yang menduduki posisi top gainer adalah UNTR yang harga sahamnya naik Rp425, WSKT Rp20, LPKR Rp15, BSDE Rp10, dan LSIP Rp10.
Sebaliknya, yang harus berada di posisi top loser adalah UNVR yang harga sahamnya merosot tajam sebesar Rp1375, diikuti oleh LPPf Rp450, PTBA Rp325, SMGR Rp200, dan INDF Rp150.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah menguat 6 poin (0,04%) ke level Rp13.392 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli


Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
