Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Operator kereta di Jepang, Central Japan Railway Co. (JR Tokai) dituntut ganti rugi sebesar 540.000 yen atau Rp61,6 juta karena tidak memberikan jatah cuti kepada enam karyawannya.
Putusan tersebut berdasarkan perintah Pengadilan Distrik Tokyo. Salah satu karyawan yang menggugat yakni masinis Tokaido Shinkansen bernam Kazuki Kinoshita.
Dia mengapresiasi putusan pengadilan dan menyatakan bahwa putusan itu penting sekali bagi pekerja.
" Keputusan tersebut sekali lagi menegaskan pentingnya hak pekerja untuk mengambil cuti tahunan berbayar," kata Kazuki, dikutip dari Asahi Shimbun, Kamis 6 April 2023.
JR Tokai mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun, dengan adanya putusan dari pengadilan, perusahaan disebut gagal dalam memenuhi tugasnya seperti yang diatur dalam kontrak kerja terkait sistem cuti tahunan berbayar.
Dalam Undang-undang Standar Ketenagakerjaan menyatakan bahwa pemberi kerja harus memberikan cuti tahunan berbayar kepada karyawan pada hari mereka ingin mengambilnya.
Kemudian pemberi kerja dapat mengubah hari libur karyawan mereka hanya jika hari itu mengganggu operasi bisnis normal.
Namun, perusahaan tidak memutuskan apakah karyawan benar-benar dapat mengambil cuti berbayar yang mereka minta hingga lima hari sebelum hari tersebut.
Dalam persidangan, pihak JR Tokai juga berpendapat mereka tidak punya pilihan selain mengoperasikan sistem penjadwalan kereta karena tuntutan hari itu.
Terungkap pula dalam persidangan bahwa operator kereta Jepang ini selalu kekurangan sumber daya manusia (SDM) pada tahun fiskal 2015 dan 2016.
Fakta tersebut diklaim perusahaan sebagai alasan karena sulit memberikan cuti bagi enam karyawannya itu karena akan berdampak dan merugikan operasi kereta. Tetapi pengadilan menolak klaim tersebut.
Menurut keputusan, karyawan diharuskan oleh peraturan ketenagakerjaan perusahaan dan peraturan lainnya untuk menyerahkan permintaan mengambil cuti di bulan berikutnya, pada tanggal 20 setiap bulan. (x)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya