Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Orang Yang Sering Terlambat Itu Orang Yang Kreatif. (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Kita semua tentu punya teman atau kolega yang tidak pernah tiba tepat waktu. Kebiasaan sering terlambat ini terkadang membuat sebagian orang yang sudah lama menunggu menjadi jengkel.
Di dunia profesional, kebiasaan ini sering dianggap kasar dan tidak profesional.
Namun, orang yang sering terlambat tak bermaksud untuk membuat yang lainnya jengkel atau menginginkan mendapat titel " Tukang Telat" . Memang manajemen waktu merupakan hal yang mudah bagi orang-orang, tapi tidak bagi mereka yang sering terlambat.
Dibalik kebiasaan buruk itu, Anda jangan salah. Orang yang sering terlambat itu disebut lebih sukses dan lebih kreatif daripada orang yang tepat waktu. Kok bisa?
Dilansir dari Business Insider, Jumat 15 Juli 2016, ada beberapa yang harus dicatat tentang orang yang sering terlambat.
1. Terlambat bukan berarti tak menghormati orang lain.
Berhentilah untuk memarahi orang yang sering terlambat. Orang yang sering terlambat itu bukanlah orang yang malas. Itu artinya mereka punya banyak bagian di piring mereka.
Multitasking memang membuat orang kehilangan " rasa menikmati waktu" , tapi tidak bagi orang yang sukses. Bagi orang sukses, multitasking adalah mereka ingin melakukan lebih banyak hal di waktu yang bersamaan. Tengok saja selebritis tersohor, Aston Kutcher, yang merupakan aktor merangkap produser dan wirausahawan. Dia juga menanamkan modalnya di beberapa perusahaan startup dan perusahaan teknologi seperti Skype, Uber, dan Foursquare.
© Dream
2. Sikap positif yang membuat mereka terlambat
Hal yang kedua adalah sikap positif yang membuat mereka untuk telat. Jika seseorang bisa mengerjakan pekerjaan sesuai dengan jadwal, itu bisa jadi sikap yang optimis. Jika seseorang itu adalah orang yang optimistis, tentu dia akan cenderung berpikir waktu yang dimilikinya lebih banyak daripada waktu untuk melakukan sesuatu.
Sikap berpikir positif inilah yang membuat seseorang menjadi lebih sukses dalam hidup. Sebuah studi tentang salesman, menunjukkan bahwa sikap optimistis ini membuat penjualan mereka 88 persen lebih banyak daripada kolega mereka.
Satu hal yang perlu dipelajari dari sikap optimisme si tukang telat, sikap ini bisa memperpanjang hidup. Jantung Anda tentu akan berterima kasih karena tak berada di dalam kondisi yang penuh tekanan.
© Dream
3. Tipe kepribadian B yang lebih unggul
Pada tahun 1950, ilmuwan mulai membagi orang-orang menjadi dua kelompok kepribadian, yaitu tipe A dan tipe B. Tipe itu berisi orang-orang yang tak sabaran dan kompetitif, sedangkan tipe B itu orang yang santai dan kreatif. Studi tersebut menunjukkan tipe A berhasil menyelesaikan sesuatu selama 58 detik, sedangkan tipe B 77 detik.
Untuk tipe B, menjadi seorang yang optimistis itu adalah hal yang positif. Mereka cenderung ingin melihat suatu gambaran yang utuh daripada membuat mereka terbagi-bagi dengan detail. Jika mereka melupakan janji, itu bisa jadi mereka punya suatu ide kreatif yang mengagumkan.
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah