Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Membuat Kue. (Source: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 melahirkan sejumlah perubahan di berbagai aspek. Salah satunya adalah tren mengonsumsi makanan.
Hasil survei konsumen Mondelez International The State of Snacking 2020 menyatakan bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan ringan masyarakat Indonesia telah meningkat selama pandemi.
Sebanyak 77 persen responden mengeksplor makanan baru. Sementara, 54 persen di antaranya mendapatkan ide makanan ringan di media sosial. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM kuliner agar bisa mempertahankan penjualannya di masa pandemi.

Kuliner 'kekinian' diklaim menjadi hal yang sangat digemari dan populer di media sosial. Biasanya, tren kuliner tersebut menambahkan bahan yang sudah populer seperti keju dan cokelat.
" Dengan didukung ide kreatif, bahan makanan yang sederhana bisa menjadi istimewa. Sehingga, meningkatkan peluang peningkatan harga jualnya," kata Fatmah Bahalwan, Chef dan Penggiat UMKM Kuliner dalam acara 'Mondelez Indonesia #DukungUMKMKuliner', Kamis 2 September 2021.
Di samping itu, pemakaian bahan populer yang berkualitas tinggi dan disukai masyarakat juga bisa membuat konsumen lebih tertarik.
Affan Achmad Affandi, Founder Martabak Orient juga mengaku selalu berusaha untuk melek tren kuliner dan menggunakan media sosial ketika mempromosikan bisnisnya. " Martabak Orient juga bergabung di GoFood agar bisa mempromosikan berbagai produk dan membuka akses ke pelanggan seluas-luasnya."
UMKM kuliner bisa mengikuti berbagai pelatihan seputar perkembangan bisnis kuliner kekinian seperti yang diadakan Mondelez Indonesia pada Minggu, 5 September 2021 untuk meningkatkan kreativitas dalam menghadirkan menu kuliner kekinian serta pemanfaatan digital marketing sebagai strategi promosi usaha selama pandemi.
Selain itu, UMKM kuliner juga bisa mendapatkan inspirasi menu kekinian untuk mengembangkan kreativitas di situs www.snacks-desserts.id.
" Dukungan terhadap UMKM kuliner ini sejalan dengan tujuan perusahaan, yakni 'Empower People to Snack Right'. Kami berharap inisiatif ni turut meningkatkan bisnis UMKM kuliner, sekaligus mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional," tutup Prashant Peres, President Director Mondelez Indonesia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya