Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Pixabay)
Dream - Banyak pasangan suami istri terjebak dalam zona nyaman setelah menikah selama bertahun-tahun. Terutama dalam urusan ranjang. Aspek seksual dianggap hanya sebagai kebutuhan saja.
Bukan untuk bersenang-senang atau meningkatkan kualitas hubungan jangka panjang. Jangan diam saja jika mulai muncul masalah ini dalam kehidupan seksual Sahabat Dream.
1. Waktu yang tak 'bersamaan'
Salah satu masalah seks yang sering dikeluhkan pasangan suami istri adalah soal hasrat yang tak muncul bersamaan. Perbedaan hasrat seksual kadang menjadi pemicu frekuensi hubungan suami istri ini. Pasangan yang tinggi hasrat seksualnya akan merasa ditolak, diremehkan atau tidak diinginkan.
Sebaliknya, yang rendah hasrat seksualnya akan merasa tertekan karena harus melayani setiap permintaan pasangannya detik itu juga. Dia juga bisa marah terhadap pasangannya karena terlalu banyak menuntut dan tidak bisa menerimanya apa adanya.
Jika seks dianggap sebagai sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi dengan segera, maka itu akan kehilangan daya tariknya. Seks menjadi tidak indah lagi karena didasarkan pada nafsu daripada keinginan tulus untuk 'berkomunikasi' satu sama lain.
Masalah seks lainnya adalah tentang siapa yang harus memulai terlebih dahulu. Dalam kehidupan seks, ada sebagian orang yang selalu berinisiatif untuk memulai hubungan suami istri.

Namun, hal ini juga bisa menjadi masalah karena jika salah satu menolak bisa menimbulkan perselisihan.
Sebaiknya kedua pasangan harus membicarakan masalah kehidupan seks mereka dengan kepala dingin. Cobalah untuk mencari cara agar bisa bergantian berinisiatif.
Masalah seks selanjutnya adalah gaya berhubungan yang itu-itu saja. Mungkin pada awal menikah hingga beberapa bulan atau tahun berikutnya, hubungan suami istri berlangsung hangat dan menggairahkan.

Siring berjalannya waktu akan timbul rasa bosan karena gaya berhubungan yang sama. Jika salah satu atau kedua pasangan setuju, bisa mengeksplorasi aktivitas seks yang mungkin menarik untuk dicoba. Cobalah untuk menjajal tempat baru, pergi berdua ke luar kota atau sekedar menginap di hotel dalam kota.
Permasalahan paling suram dalam kehidupan seksual pasangan suami istri jika keduanya merasa tidak ada gairah lagi. Sebenarnya hal ini bukan karena keduanya tidak punya gairah, tapi masing-masing berusaha menghindari masalah-masalah seperti di atas.

Cobalah untuk pergi bersantai berdua saja. Sekadar minum kopi atau menonton film. Bangkitkan lagi kemesraan, biasanya bisa memunculkan gairah kembali.
(Ism, Sumber: Mindbody)
Advertisement

Gen Z, Milenial, Gen X, dan Baby Boomer Punya Standar Berbeda soal Keren, Mengapa Muncul Perbedaan?

Sama-Sama Kurang Tidur, tetapi Ada yang Tetap Segar dan Ada yang Lemas? Studi Ungkap Penyebabnya

Bagaimana Fosil Terbentuk? Proses Jutaan Tahun yang Mengawetkan Jejak Kehidupan Purba

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?

Psikosomatis: Stres yang Bisa Memperburuk Penyakit Fisik, dari Tekanan Darah Tinggi hingga Eksim

Sarapan Pisang Saja Bikin Cepat Lapar? Ahli Gizi Bagikan 3 Cara agar Lebih Mengenyangkan

Tidak Punya Saham, Mengapa Tetap Perlu Peduli Saat IHSG Anjlok?