Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Saddle Brook New Jersey Medical Center (NJMC) di Amerika Serikat membuat geger para mantan pasiennya. Pasalnya, baru-baru ini pihak NJMC meminta para pasiennya yang pernah berobat mulai dari 1 Januari hingga 7 September 2018 untuk melakukan tes HIV, hepatitis B dan hepatitis C.
HealthPlus Surgery Center di Saddle Brook, mengumumkan ada kemungkinan para pasien terpapar virus HIV, hepatitis B dan hepatitis C. Hal ini karena adanya penyimpangan pengendalian infeksi dalam instrumen sterilisasi serta pembersihan dan injeksi obat-obatan.
Menurut laporan, ada 3.778 pasien yang mengalami penyimpangan dalam proses tes darah. Pusat pemeriksaan darah dan ruang bedah di fasilitas medis tersebut sudah ditutup September lalu dan telah dilakukan investigasi.
"Kekurangan dalam pengendalian infeksi pada sterilisasi / pembersihan instrumen kami dan injeksi obat-obatan mungkin telah membuat pasien terpapar patogen yang ditularkan melalui darah," ungkap Betty McCabe, administrator Surgery Center NJMC dalam email pemberitahuan, seperti dikutip dari NorthJersey.com.
Stuart Ray, MD, profesor kedokteran dan spesialis penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins, mengungkap jika terpapar virus seperti HIV atau hepatitis melalui darah orang yang terinfeksi, masih ada kemungkinan tidak akan terinfeksi.

"Jika terpapar dengan jarum yang berisi darah orang yang terinfeksi, misalnya: risiko terkena hepatitis B, hepatitis C, atau HIV adalah sekitar 1 banding 3, 1 dalam 30, dan 1 dalam 300, masing-masing," ungkapnya seperti dikutip dari Health.
Hal penting lain yang perlu diingat adalah bahwa hepatitis dan HIV hanya ditularkan melalui darah atau kontak seksual sehingga tidak mungkin terinfeksi hanya dengan berada di rumah sakit atau kantor dokter yang sama dengan seseorang dengan penyakit ini.
Tes yang dilakukan NJMC, merupakan langkah yang tepat. Hal ini demi meminimalisir dampak yang lebih besar dari masalah sterilisasi instrumen medis di pusat kesehatan tersebut.
(Ism, Laporan: Ava Haprin)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya