Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Perempuan Sedang Kecapaian (Shutterstock.com)
Dream - Tubuh merasa kelelahan setelah melakukan kegiatan seharian sangat wajar. Namun bila kelelahan terjadi terus-menerus dan sangat esktrem, Sahabat Dream perlu waspada. Bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala penyakit autoimun.
Penyakit autoimun terjadi ketika sistem pertahanan alami tubuh tidak dapat membedakan sel-sel tubuh sendiri dan sel asing. Hal ini menyebabkan tubuh secara keliru menyerang sel-sel normal. Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun yang memengaruhi berbagai bagian tubuh.
Namun ada beberapa yang umum terjadi antara lain rematik (Rheumatoid arthritis), yaitu peradangan yang menyerang sendi. Ada juga psoriasis, suatu kondisi yang ditandai oleh bercak kulit tebal dan bersisik.
Lalu penyakit yang kerap disebut penyakit 'seribu wajah', Lupus. Penyakit tiroid, termasuk penyakit Graves, juga termasuk penyakit autoimun.
" Ada berbagai tingkat penyakit autoimun. Gejala-gejala yang diderita seseorang kemungkinan berkaitan dengan banyak faktor yang meliputi genetika, lingkungan, dan kesehatan pribadi," ujar Ana-Maria Orbai, M.D., M.H.S., ahli penyakit autoimun dari Johns Hopkins Arthritis Center.
Orbai mengungkap beberapa gejala umum yang kerap terjadi pasien penyakit autoimun. Gejala tersebut yaitu kelelahan ekstrem, nyeri sendi dan pembengkakan, masalah kulit, nyeri perut dan pencernaan, demam berulang serta adanya pembengkakan kelenjar.

Ia menjelaskan, penyakit autoimun ini memang cenderung sulit dideteksi dan banyak menyerang kaum wanita. Biasanya, tidak ada tes tunggal untuk mendiagnosis penyakit autoimun.
" Pasien harus memiliki gejala tertentu yang dikombinasikan pemeriksaan darah spesifik dan dalam beberapa kasus, bahkan biopsi jaringan. Bukan hanya satu aspek yang dianalisis," kata Orbai, seperti dikutip dari Hopkins Medicine.org.
Hal tersebut juga membuat banyak pasien autoimun tak terdiagnosis dengan baik. Sehingga, saat diketahui kondisinya sudah sangat parah dan tak tertolong.
Laporan Ratih Permata Sari.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya