6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Afifi (jabar.kemenag.go.id)
Dream - Tampil beda. Jemaah haji ini berbusana nyentrik. Kelir pakaiannya memang sama dengan jemaah lain. Batik hijau komninasi ungu. Tapi lihatlah, dia begitu nyentrik.
Bergamis. Dia tak menjahit baju batik itu menjadi hem, seperti jemaah pria dalam rombongannya. Di kepala, bertengger topi unik. Ukurannya besar, menggembung bagian tengah. Mengerucut pada bagian tengah. Mirip kubah masjid.
Dialah Afifi Zaini Abdullah Albrend. Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang membawa jemaah sebanyak 194 orang. Pada Minggu 12 Agustus 2018, dia tiba di Asrama Haji bekasi bersaja anggota Kloter JKS 89 yang berasal dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Bandung.
Bukan tanpa alasan Afifi mengenakan kostum unik itu. Dia sengaja tampil nyentri agar mudah dikenali oleh jemaah di bawah bimbingannya.
" Berdasarkan pengalaman saya dalam membimbing jemaah, terkadang jemaah mencari-cari saya selaku pembimbingnya, maka untuk memudahkan pencarian, saya berinisiatif untuk membuat kostum ini," kata Afifi, dikutip dari jabar.kemenag.go.id, Selasa 14 Agustus 2018.
© Dream
Untuk pergi haji tahun ini, Afifi mengaku sudah menyiapkan lima topi dengan bentuk yang berbeda-beda. Selain bentuk kubah masjid yang dikenakan itu, Afifi juga membawa topi bentuk tumpeng, bentuk maroko, bentuk uzbek, dan bentuk koki.
Agak repot memang membawa topi dengan umuran besar itu. Tapi Afifi punya cara khusus untuk membawa topi-topi uniknya. " Untuk memasukan topi-topi ini memerlukan trik khusus agar dapat muat semuanya dan barang yang lain," ujarnya.
Selain topi khas, pria beserta rombongan KBIH Sabilatul Hidayah Kota Bogor menggunakan syal berwarna ungu sebagai tanda identitas. " Dengan seperti ini akan lebih mudah Jemaah mencainya dan mengenalinya," ujarnya.
Pria yang sudah berhaji selama 30 kali lebih ini, merupakan pribadi ceria yang mudah dekat dengan siapa saja, terutama jemaah calon haji.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
