Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Chef Effendi (Foto: Kemenag.go.id)
Dream - Di balik menu lezat cita rasa nusantara untuk jemaah haji Indonesia, ada sosok chef yang bertugas khusus untuk meracik masakannya.
Ini adalah upaya yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memastikan konsumsi jemaah dimasak oleh chef asal Tanah Air. Salah satunya adalah Muhammad Effendi (29) yang sudah menjadi chef selama lima tahun di Madinah.
Effendi, begitu karib disapa, dia bekerja di perusahaan atau Dapur Al Ahmadi Catering Madinah sejak tahun 2000. Pria asal Lombok Tengah NTB ini bersyukur makanan racikannya bisa dinikmati oleh para tamu Allah.
" Awalnya saya asisten Chef. Alhamdulillah, sekarang chef," kata Efendi saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) Daker Madinah, dikutip dari laman Kemenag.go.id, pada Rabu 8 Juni 2022.
Namun siapa sangka, menjadi chef memiliki kisah yang spesial, karena dulunya dia adalah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Effendi mengaku menjadi chef untuk para tamu Allah menjadi kebanggaan tersendiri. Dia juga mempunyai tugas khusus untuk memantau sayur mayur.
" Saya sangat senang sekali bisa melayani makan jemaah haji. Saya berkomitmen akan memberikan pelayanan memuaskan. Mereka adalah tamu Allah," katanya berkaca-kaca.

Keberkahan menjadi chef juga dapat ia rasakan ketika diberikan kesempatan menunaikan ibadah haji di tahun 2017. Saat itu, dia juga menjadi juru masak bagi jemaah haji Indonesia.
" Berkahnya saat itu, saya sekaligus bisa melaksanakan haji. Karena masak makanan saat jemaah haji berada di Arafah dan Mina," jelasnya.
Tahun ini, Efendi tidak bisa menunaikan haji. Karena memang tidak ada jatah untuk bagian katering.
Secara rinci, Efendi menyampaikan bahwa di perusahaan Al Ahmadi Catering itu, karyawan asal Indonesia ada enam orang. Ada dari NTB dan dua orang asal Madura. Total ada 60 orang dari beberapa negara.

" Yang paling lama kerja di Madinah, ada yang sudah 10 tahun. Kalau saya baru 5 tahun," katanya.
" Harapan saya, semoga bisa memberikan pelayanan yang memuaskan. Sehingga tamu Allah merasa senang," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang