6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Jokowi Saat Berhaji (Instagram @jokowi)
Dream - Jokowi mengenang masa-masa saat menunaikan ibadah haji 15 tahun silam. Menurut presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengatakan kala itu mendapat pelayanan yang baik.
Tapi, dia memastikan bahwa fasilitas yang diterima jemaah haji Indonesia tahun ini jauh lebih baik. Fasilitas-fasilitas itu tersedia berkat terobosan dan inovasi yang dilakukan pemerintah.
“ Di antaranya rekam sidik jari dan foto wajah jemaah kini dilakukan di Indonesia, bukan di Jeddah atau Madinah, menghindari antrean panjang dan lama setiba di Arab Saudi,” tulis Jokowi di akun Instagram, Kamis 9 Agustus 2018.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menulis, pemerintah telah menyewa 165 hotel di Mekah dan 107 di Madinah untuk para jemaah haji asal Indonesia. Sebanyak 32 di antaranya disewa satu musim penuh.
Tak hanya hotel, katering selama jemaah di Mekah pun juga dutambah. Bila sebelumnya jemaaha hanya mendapat 25 kali, kali ini mendapat 40 kali makan. “ Sementara living cost sebesar 1500 riyal tetap diberikan penuh yang bisa digunakan jemaah untuk keperluan lainnya.”
Berikut unggahan lengkap Jokowi:
© Dream
Di saat perhatian kita di Tanah Air tersita oleh aneka isu, sampai Rabu kemarin, sudah 153.675 jemaah haji Indonesia yang tiba di Arab Saudi semenjak keberangkatan pertama 18 Juli lalu. Mereka terbagi dalam 382 kelompok terbang dari 18 embarkasi haji di seluruh Indonesia.
Saya jadi teringat saat ketika berhaji tahun 2003 bersama istri. Saat itu, di Tanah Suci, saya menyaksikan jamaah haji Indonesia menikmati fasilitas yang disediakan pemerintah kita, sejak berangkat sampai pulang, dari angkutan darat, pemondokan, makanan, pelayanan kesehatan dan bimbingan ibadah.
Tapi dapat saya pastikan, pelayanan yang diterima lebih 200.000 jamaah haji Indonesia tahun ini akan jauh lebih baik dari saat saya berhaji 15 tahun lalu. Ini berkat berbagai terobosan dan inovasi yang ditempuh pemerintah, di antaranya rekam sidik jari dan foto wajah jamaah kini dilakukan di Indonesia, bukan di Jeddah atau Madinah, menghindari antrian panjang dan lama setiba di Arab Saudi.
© Dream
Tahun ini, pemerintah menyewa 165 hotel di Makkah dan 107 hotel di Madinah untuk penginapan jamaah, 32 hotel di antaranya disewa satu musim penuh, tidak dibagi dengan jamaah negara lain, sehingga kita tidak lagi khawatir dengan batas waktu tinggal di hotel. Jamaah kita kini juga makan dengan bumbu masakan dari Indonesia, yang diracik juru masak asal Indonesia. Layanan katering bagi jemaah haji Indonesia selama di Makkah ditambah, dari 25 kali, tahun ini menjadi 40 kali, berikut tambahan berupa teh, gula, kopi, saos sambel, kecap dan satu potong roti. Sementara living cost sebesar 1500 riyal tetap diberikan penuh yang bisa digunakan jemaah untuk keperluan lainnya.
Kementerian Agama juga membentuk tim Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) yang terdiri dari petugas layanan umum yang memiliki kemampuan medis untuk mendukung layanan kesehatan pada puncak haji. Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, banyak jemaah yang membutuhkan pertolongan kesehatan di areal Jamarat menuju Mina.
Semua inovasi ini demi jamaah haji kita bisa beribadah dengan tenang, memperoleh kemabruran, serta kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
