JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Dream - Jemaah haji Indonesia diminta tidak khawatir dengan persiapan obat-obatan selama berada di Tanah Suci. Sebab, panitia haji Indonesia telah menyiapkan stok obat-obatan yang cukup untuk para jemaah.
Pada musim haji tahun ini, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan 70 ton obat-obatan. Dari jumlah itu, sebanyak 20% disalurkan ke klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah. Sementara 80% lainnya ke Mekah.
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi, Melzan Dharmayuli, obat-obatan yang berada di Mekah bisa dikirim ke Madinah bila diperlukan. Demikian pula sebaliknya.
“ Bila obat-obatan tersebut sudah habis maka TKHI dapat meminta di Depo Farmasi yang ada di klinik kesehatan haji Indonesia di Madinah," kata Melzan dalam keterangan tertulis, Rabu 25 Juli 2018.
Obat-obatan yang tersedia di Depo Farmasi KKHI terdiri dari 22 kelas terapi, di antaranya obat-obatan untuk anti hipertensi, anti alergi, anti infeksi, anti virus, anti jamur, anti parkinson, obat pengencer darah, dan lain sebagainya.
Sementara itu, obat yang paling banyak disiapkan oleh KKHI Madinah adalah analgetik non-narkotik, yaitu obat-obat yang digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Selain itu, antibiotik juga cukup banyak jumlahnya.
Saban tahun, Kementerian Kesehatan juga menyiapkan paket perbekalan kesehatan untuk jemaah. Terdiri dari 2 lembar masker kain, 1 kotak masker sekali pakai berisi 50 lembar, 1 botol penyemprot air ukuran 500 mililiter, dan 10 sachet oralit.
Selain itu, ada juga 1 tube balsem, 5 lembar plester, 4 lembar tisu basah untuk mandi dan 1 kantong paket untuk membungkus perlengkapan tersebut. Semua barang-barang ini diberikan kepada jamaah di masing-masing embarkasi.
Kepada jemaah haji yang memiliki risiko tinggi, Melzan berpesan agar teratur minum obat. “ Batasi aktivitas. Jangan terlalu tinggi,” katanya.
Bagi yang terserang batuk, harus memperbanyak minum. Sebab, minum bisa meredakan batuk. “ Tapi semua jemaah harus banyak minum mengingat suhu udara yang tinggi dengan kelembaban rendah,” tambah Melzan.
Selain jemaah, petugas kesehatan yang mendampingi Kloter (TKHI) dibekali dengan obat-obatan juga semenjak dari embarkasi. Tahun ini paket obat untuk petugas sebanyak 511 paket. Jumlah ini lebih banyak dari jumlah Kloter yaitu 507 kloter. Kelebihan paket obat ini disiapkan bila ada penambahan Kloter gabungan.
Adapun jenis obat atau perbekalan kesehatan yang dibawa oleh TKHI meliputi obat antibiotik, analgetik, obat sakit perut, obat anastesi, obat jantung, obat antihipertensi, obat untuk konstipasi atau sulit buang air besar, oralit dan obat-obatan psychotropic serta obat anti alergi.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Madinah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
