6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Menag Lukman Bertemu Koki Indonesia (Foto: MCH)
Dream - Jemaah haji asal Indonesia tahun ini dipastikan mendapat menu katering dengan cita rasa nusantara. Bumbu dan koki bersertifikat boga nusantara pun jadi syarat bagi perusahaan katering. Namun, rupanya para juru masak kerap kesulitan mendapat bahan olahan, misalnya saja tempe.
Itulah yang terungkap saat Menteri Agama, sekaligus Amirul Hajja, Lukman hakim Saifuddin, mengunjungi beberapa dapur katering penyedia makanan bagi jemaah haji asal Indonesia. Dalam kunjungan itu, Lukman bertanya kepada para koki tentang kendala yang dihadapi.
" Apa yang sulit disini, apa saja kendala selama memasak untuk jamaah," tanya Lukman kepada seorang chef asal Indonesia, Ucup Saputra.
Mendapat pertanyaan itu, Ucup memberikan penjelasan. Dia menyebut langkanya produk tempe menjadi salah satu kendala. " Tempe Pak, sulit didapat."
" Sulit gimana mas?" tanya Lukman.
Menurut Ucup, selama ini tempe didapat dari Jeddah. Itupun harus menunggu cukup lama. " Tempe itu agak susah, terkadang ada terkadang juga tidak ada. Jadi agak susah," kata Ucup.
Selain tempe, bahan makanan yang lain relatif mudah didapat. Apalagi bumbu masakan. " Kalau beras, minyak dan bumbu masak itu banyak di sini," kata Ucup.
Dia mengatakan ,sekali memasak, tim yang berjumlah 15 orang harus menyiapkan 1000 tempe untuk 4.700 porsi. Dia mendapatkan tempe langsung dari penyedia Indonesia.
" Terkadang pas kita dapat jatah masak menu tempe, mereka sulit memastikan apakah bisa dikirim atau tidak. Tapi saya kejar terus biar diusahakan ada," ucap Ucup.
Laporan jurnalis Dream, Maulana Kautsar, dari Tanah Suci
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
