Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
Komunitas Peduli Lingkungan
DREAM.CO.ID - Jika kamu memiliki rasa kepedulian terhadap lingkungan dan ingin jalan bareng dengan orang-orang yang miliki minat sama, jawabannya bisa ikut bergabung dengan komunitas. Di Indonesia ada banyak sekali komunitas pecinta lingkungan yang memiliki segudang kegiatan menarik.
Setidaknya ada lima komunitas pecinta lingkungan yang bisa kamu pilih. Bukan hanya bisa bertemu dengan teman-teman baru, namun kamu juga bisa berkontribusi langsung dalam program nyata yang akan dijalankan bersama.
Lantas, apa saja ya komunitas pecinta lingkungan yang ada di Indonesia? Dirangkum dari berbagai sumber, yuk simak ulasannya berikut ini.
1. Greenpeace Indonesia
Greenpeace merupakan komunitas yang dibangun pada tahun 1971 oleh para aktivis di Kanada. Komunitas ini kemudian tersebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Terkenal di seluruh dunia, Greenpeace miliki misi untuk membangun kembali bumi yang sudah rapuh.
Ada banyak campaign yang bisa diikuti yakni `Wujudkan Laut Sehat`, `Bebas Polusi Plastik`, dan `Lindungi Hutan`. Nah, kalau kamu tertarik ikut komunitas ini, langsung saja kunjungi website resmi Greenpeace ya.
2. Lindungi Hutan
Lindungi Hutan lahir dari rasa iba terhadap petani lokal di Kota Semarang yang dikenal hidup memprihatinkan karena banjir rob dan abrasi terus terjadi bertahun-tahun. Setiap tahunnya, komunitas ini melakukan aksi nyata penuh inovasi.
Pada tahun 2019 silam, Lindungi Hutan resmi menghadirkan campaign `RawatBumi`. Tujuannya untuk berterima kasih kepada bumi sebagai tempat tinggal manusia. Melalui campaign ini, komunitas tersebut mengajak orang-orang untuk ikut menanam pohon di banyak lokasi.
3. Youth for Climate Change (YFCC) Indonesia
Komunitas Youth for Climate Change (YFCC) Indonesia mengajak anak-anak muda di Indonesia untuk melakukan aksi nyata mencintai lingkungan. Misinya untuk mengedukasi seluruh masyarakat Indonesia agar memiliki awarness terhadap perubahan iklim.
4. Zero Waste Indonesia
Komunitas pecinta lingkungan lainnya ada Zero Waste Indonesia. Komunitas ini lahir pada tahun 2018 dan hingga saat ini telah berhasil memiliki banyak sekali anggota. Zero Waste Indonesia hadir dengan tujuan mengajak masyarat Indonesia menerapkan gaya hidup meminimalisir produksi sampah.
Mengimplementasikan 6R yakni Rethink, Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot, Zero Waste Indonesia berharap jika sampah-sampah tak hanya berakhir di tempat pembuangan sampah saja.
5. World Wildlife Fun (WWF) Indonesia
Komunitas ini berfokus pada tata kelola sumber daya alam yang adil untuk menjamin manfaat konservasi di masa depan. Mengusung nilai keberanian, integritas, menghormati, dan berkolaborasi, WWF Indonesia telah menjalankan banyak program.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya