Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Yayasan Hati Suci
Dream - Pasar murah sudah dilakukan oleh Yayasan Hati Suci sebanya 19 kali. Pada hari ini, Minggu 12 Mei 2019, pasar murah terseebut dilakukan. Menyediakan sembako dengan harga sangat murah bagi mereka yang membutukan.
Total, ada sekitar 2.500 paket sembako yang dijual. Menyiapkannya tentu tidak mudah. Sudah beberapa minggu lalu persiapan dilakukan.
" Kami sudah persiapan sortir pakaian dan lainnya sejak dua minggu sebelumnya. Dibantu oleh anak-anak panti asuhan sepulang sekolah," ujar Direktur Panti Asuhan Hati Suci, Maria Francisca Setiati, Sabtu, 11 Mei, 2019, seperti dikutip dari Liputan6.com.
Meski persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari, namun masih ada beberapa hal yang perlu dirapikan lagi. Misalnya masih ada ratusan dus berisi sembako dan kebutuhan harian, serta puluhan karung yang isinya pakaian layak pakai.
Semua tumpukan dus dan karung itu masih harus dipindahkan ke 'gudang' pasar murah. Ada puluhan orang yang membantu persiapan pasar murah. Mereka adalah anak panti asuhan yang berjumlah 35 orang, relawan, dan alumni panti asuhan.
Lewat arahan Fransisca dan Martha selaku pembina anak-anak panti, satu per satu semua barang-barang yang akan dijual di pasar murah dipindahkan ke 'gudang'.
Menariknya ratusan dus yang ada, dipindahkan cepat dengan cara estafet. Semua dilakukan dengan bergotong royong. Namun ternyata di balik persiapan ini, ada makna tersembunyi yang siap membentuk mereka.

" Saya lihat, mereka memang happy dalam membantu persiapan ini. Namun sebenarnya dengan persiapan ini ada pelajaran buat mereka, yaitu agar mereka tidak memikirkan diri sendiri," jelas Fransisca.
Bukan hanya meenjual sembako, ada juga pakaian layak pakai yang akan dijual dengan harga Rp10 ribu untuk tiga potong busana. Belum lagi tas, mainan anak, dan sprei, hordeng, hingga sandal. Nantinya hasil penjualan pasar murah, untuk keperluan pendidikan anak panti asuhan.
" Dana yang didapatkan akan dialokasikan ke pendidikan kuliah anak panti asuhan. Kami ingin meningkatkan taraf hidup mereka dengan melanjurkan pendidikan ke perguruan tinggi. Minimal D1 sampai ke S1," ungkap Fransisca.
Saat ini Panti Asuhan Hati Suci mendidik 46 orang anak yang duduk di bangku, SD, SMP, dan SMA. Di luar jumlah itu ada 15 anak yang sudah lulus perguruan tinggi, enam orang sedang kuliah. Tahun ini disebutkan Fransica ada tujuh anak yang rencananya masuk ke perguruan tinggi.
" Dengan pasar murah ini, kami ingin menghimpun dana untuk beasiswa mereka. Kami hanya ingin mereka ke luar dari panti asuhan tak terbatas dengan profesi pekerjaan. Kami juga ingin mereka bersosialisasi, dan taraf hidupnya meningkat," jelas Fransisca lagi.
Laporan Stella Maris/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya