Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tasya Kamila (Foto: Deki Prayoga/ KLY)
Dream - Perilaku body shaming atau mengejek kondisi tubuh bukan hanya dialami orang dewasa, tapi juga anak-anak bahkan bayi. Hal ini dialami Tasya Kamila, yang mendapat ejekan dari beberapa orang di media sosial soal wajah dan tubuh putra pertamanya, Arrasya Wardhana Bachtiar.
Mantan penyanyi cilik ini menyampaikan kekesalannya di Instagram pada warganet tersebut. Ia tak habis pikir anaknya yang masih bayi diejek karena tampilan fisiknya.
" Dibalik kegemasan si baby, ada mamanya yang tepok jidat baca komentar netijen. Terima kasih atas kepedulianmu, tapi bayiku sehat dan bahagia," tulis penyanyi libur telah tiba ini di Instagramnya.
© Dream
Tak dipungkiri, sebagai ibu Tasya merasa sangat kesal. Namun ia tahu risikonya dan berusaha bijak menghadapi komentar negatif warganet soal putranya.
" Masa bayi dijulid-in, itu yang bikin aku gemas. Memang salah satu risiko bersosial media dan aku sih kesal tapi ya udah lah," kata istri Randi Bachtiar ini saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.
Komentar mengejek, menurut Tasya bukan hanya bermunculan di kolam komentar. Ia juga banyak mendapat ejekan soal putranya melalui Direct Message di Instagram.
" Ada yang sampai DM segala macam. Tapi balik lagi, untung support system aku di dunia nyata banyak. Maksudnya, jangan didengar lah," ungkap penyanyi berdarah Minangkabau ini.
© Dream
Membaca komentar-komentar buruk soal putranya membuat Tasya merasa harus membagikan kesadaran pada banyak orang. Bahwa hal tersebut sangat tidak bisa diterima dan berharap pelakunya tak lagi melakukannya.
" Nggak sampai terpuruk atau ke jalur hukum. Aku cuma kasih awareness aja dengan posting 'kenapa sih kok body shaming bayi' supaya yang pernah melakukannya bisa introspeksi," ungkapnya.
Ia juga memberikan saran agar para ibu tidak terganggu dengan komentar pedas orang-orang di sekitar. Bahkan bila perlu minta bantuan orang lain saat sedang merasa terpuruk.
© Dream
Dream - Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan keluhan viral aktris Angela Gilsha soal tangisan bayi di pesawat. Wanita cantik itu langsung menjadi bahan gunjingan warganet.
Angela meluapkan emosinya di pesawat karena terganggu oleh bayi yang rewel. Hal tersebut ternyata membuat gelisah Tasya Kamila ketika membawa terbang putra kecilnya naik pesawat.
Penyanyi cilik itu baru saja melahirkan anak pertamanya pada 13 Mei 2019. Baru dua bulan, ia terpaksa harus membawa Arrasya Wardhana Bachtiar untuk menyusul sang suami yang berdinas di Malaysia.
" Khawatir banget di pesawat takut dia nangis dan dijulidin penumpang. Sebagai penumpang aku juga ngerti kok, bakal terganggu kalau ada bayi nangis di pesawat," ungkap Tasya di konferensi pers Suntory Mizuiku, Senin 22 Juli 2019.
© Dream
Beruntung buah hatinya terbilang cukup kooperatif ketika dibawa mengudara. Meski hal itu cukup membuat pelantun 'Anak Gembala' berkeringat dingin sepanjang perjalanan.
Terlebih ketika bayi mungil itu mendadak buang air ketika pesawat mengalami turbulensi.
" Pas buang air aku panik dan saat itu lagu turbulence parah. Aku ganti popok dalam keadaan itu udah kayak mau loncat. Kadang dia rewel kalau ganti popok tapi untung waktu itu dia kayak gak mau repotin ibunya," ujarnya.
© Dream
Menghindari terjadinya hal buruk di pesawat, sebelumnya Tasya sudah mengantisipasi berbagai masalah. Menurutnya, bayi berusia dua bulan tidak sulit untuk dibawa naik pesawat. Namun pastikan bayi dalam kondisi sehat dan telah berkonsultasi dengan dokter.
" Enaknya kalau baby masih 2 bulan dia gak gampang rewel karena bisa disusui, yang penting disusui pas takeoff sama landing supaya bayi tenang," tutur istri Randi Bachtiar ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya