Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bayi Baru Lahir (Foto: Shutterstock)
Dream - Persalinan bisa terjadi kapan pun dan sangat jauh dari hari perkiraan lahir. Idealnya, janin sudah dalam kondisi yang cukup matang saat dilahirkan, yaitu memasuki usia 38 minggu.
Untuk bayi-bayi yang lahir di usia kehamilan yang masih 23 hingga 28 minggu, termasuk bayi prematur. Dibutuhkan penanganan medis yang intensif untuk menjaga hingga organ vitalnya berkembang dan bisa bertahan. Ada empat kondisi yang kerap dialami oleh para bayi prematur.
1. Dirawat di neonatal intensive care unit (NICU)
Segera setelah lahir, bayi prematur harus langsung mendapat perawatan intensif di neonatal intensive care unit (NICU). Sebuah ruangan perawatan khusus untuk bayi baru lahir dengan tim dokter dan perawat khusus yang terlatih.
Tak boleh sembarang orang masuk ruangan ini, karena kondisinya harus dijaga dalam keadaan steril. Untuk orangtua pun dibatasi, hanya boleh selama beberapa jam saja, itu pun bergantian. Hal ini untuk menjaga agar ruangan tidak terpapar banyak bakteri dan virus yang bisa membahayakan bayi.
2. Berada di inkubator
Bayi prematur akan dimasukkan ke kotak inkubator. Dalam kotak tersebut terdapat pemantau temperatur dan tanda vital lainnya pada bayi. Termasuk alat penting lainnya demi menjaga kondisi bayi tetap stabil seperti selang oksigen khusus bayi hingga feeding tubes.
3. Sangat rentan terserang virus dan bakteri
Kondisi bayi yang belum matang lalu lahir, membuat tubuhnya sangat ringkih. Jika terpapar sedikit saja virus dan bakteri berbahaya bisa berakibat fatal bagi bayi prematur. Untuk itu siapa pun yang menyentuh dan menggendongnya harus dalam keadaan steril. Menggunakan jubah khusus dan membersihkan tangan dengan cairan disinfektan.
4. Sulit menyusu
Kecenderungan ini terjadi juga karena belum matangnya organ-organ penting. Bayi prematur belum bisa menyusu dengan baik dan lebih suka tidur. Usus dan paru-parunya juga belum bekerja optimal. Sehingga, kadang dibutuhkan alat atau susu khusus untuk meningkatkan berat badannya dan mempercepat pematangan organnya.
Sumber: What to Expect
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya