Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi
Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya
Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga
Shutterstock.com
Dream – Sesak napas bisa menyerang siapa siapa saja. Baik itu orang dewasa, balita hingga bayi.
Sesak napas merupakan gangguan pernapasan yang terjadi secara tiba-tiba.
Sebenarnya, sesak napas yang terjadi pada orang dewasa dan anak adalah hal yang sama. Bisa jadi dipicu banyak hal, salah satunya asma. Gejala asma yang menyerang pada anak akan mirip seperti gejala penyakit pernapasan lainnya.
Anak yang mengalami sesak napas atau asma akan merasa gelisah, bibir tampak biru, percepatan frekuensi pernafasan, hingga tampak tarikan pada dinding bawah. Jika sudah parah, biasanya sesak napas bisa sampai membuat kejang, muka membiru hingga menurunnya kesadaran si kecil.
Para orangtua bisa mengurangi gejala yang timbul pada anak dengan mengikuti sejumlah cara berikut. Penasaran apa saja?
© shutterstock.com
Ini merupakan hal mendasar saat menghadapi anak yang sesak napas. Ketika sang anak mengalami sesak napas, jangan pernah tunjukan rasa panik.
Para orangtua sebaiknya tetap tenang dengan cara apapun misalnya seperti memberikan si kecil air hangat. Air minum hangat dipercaya mampu untuk membantu menenangkan kondisi tubuh. Dengan kondisi yang tenang, proses penyembuhan si kecil juga menjadi cepat.
© shutterstock.com
Sesaat setelah menemukan sang anak mengalami sesak napas, sebaiknya pindahkan si kecil ke tempat yang nyaman. Para orangtua bisa membawanya ke dalam kamar atau ruangan yang memang tempat tersebut merupakan tempat ternyaman bagi si kecil.
Mengapa demikian? Dengan membawa sang anak ke tempat yang membuatnya nyaman, si kecil dapat beristirahat dengan tenang dan nyaman pula. Kondisi nyaman yang dirasakan mampu untuk mempercepat kesembuhan si kecil.
© shutterstock.com
Setelah membawanya ke tempat yang nyaman bagi sang anak, aturlah posisi si kecil menjadi duduk dan bersandar. Jangan pernah sekali-kali memposisikan si kecil menjadi berbaring pada saat mereka terserang sesak napas. Hal tersebut akan membuat si kecil lebih kesulitan lagi untuk mencari pasokan udara sebab saluran pernapasan mereka menjadi tersumbat.
© shutterstock.com
Gunakanlah alat bantu pernapasan jika sang anak terlihat semakin kesusahan untuk bernapas. Alat bantu pernapasan yang paling sering digunakan adalah inhaler serta nebulizer.
Kedua alat bantu ini sama-sama bermanfaat untuk dapat mengendalikan dan meredakan sesak napas pada anak bahkan orang dewasa.
Namun, sebagian besar anak akan menggunakan alat bantu pernapasan berupa nebulizer. Nebulizer akan menghasilkan uap yang lebih kecil daripada inhaler sehingga obat yang dimasukkan menjadi lebih cepat meresap ke dalam paru-paru. Pada umumnya memakai nebulizer akan memakan waktu sekitar 15-20 menit.
© Dream
© pixabay.com
Bantulah sang anak untuk mendapatkan akses bernapas yang lebih besar dengan melonggarkan pakaian yang digunakannya. Para orang tua juga boleh untuk melakukan pijatan ringan ke daerah atas jempol kaki dimana syaraf paru-paru terhubung disana.
Lebih tepatnya pijatlah bagian antara jempol kaki dengan jari telunjuk pada kaki sang anak. Perlu diingat, lakukanlah pijatan ini secara perlahan dan lembut saja.
Jika kondisi sang anak tidak mengalami peningkatan, segeralah membawanya ke rumah sakit terdekat.
Ayah bunda juga bisa membawanya ke dokter terdekat untuk dapat dilakukannya penanganan atau tindakan yang tepat. Untuk mengatasi kejadian tersebut terulang kembali, ada baiknya jika para orang tua melakukan konsultasi dengan para dokter mengenai cara mengatasi dan pencegahan yang sesuai dengan kondisi si kecil. (mut)
(Sumber: doktersehat dan hellosehat)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga

Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan