Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Manfaat Bermain Game Untuk Meningkatkan Kecerdasan Otak Manusia (Foto: Pexels.com)
Dream – Banyak orang meremehkan bermain game. Padahal banyak studi yang sudah membuktikan berbagai macam manfaat bermain game untuk menjaga kesehatan mental manusia. Baik dewasa maupun anak-anak.
Penerapan untuk di rumah saja akibat wabah virus corona, tak sedikit membuat orang stres dan bosan.
Kebijakan ini memang baik untuk pencegahan penularan virus. Akan tetapi jika tidak dikontrol dengan tepat, kesehatan mental yang menjadi taruhannya.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memberikan saran kepada masyarakat dunia untuk melakukan physical distancing.
Sementara untuk menghilangkan kebosanan di rumah, WHO menyarankan untuk bermain video game kesukaan masing-masing.
Nah sebenarnya manfaat apa saja sih yang dapat kita ambil dari bermain game ini?
Berikut Dream merangkum dari sehatq.com tentang 6 manfaat bermain game untuk cegah stres di saat wabah virus corona:
Apa itu disleksia? Disleksia merupakan sebuah kondisi medis yang terjadi pada anak-anak, dimana dia kesulitan dalam belajar membaca dan menulis.
Penelitian membuktikan jika bermain game ternyata dapat membantu anak-anak disleksia supaya bisa membaca lebih baik.

Para peneliti menyebut dengan gerakan intens dalam video game dapat membantu anak disleksia meningkatkan atensi pada otak mereka.
Game tidak harus mahal loh ya. Game yang kuno pun juga memiliki manfaat tersendiri, seperti game Tretis. Game kuno ini bermanfaat meredakan gejala traumatis.
Penelitian di sebuah rumah sakit di Oxford University, Inggris, beberapa kecelakaan pasien lalu lintas disuruh untuk bermain game Tetris selama 20 menit.

Hasilnya menakjubkan sekali, para pasien itu berhasil meredakan gejala trauma dan bisa melupakan perlahan-lahan kecelakaan yang dialaminya.
Manfaat bermain game selanjutnya adalah meningkatkan daya ingat. Riset yang diterbitkan oleh The Journal Of Neuroscience, penelitian di California Amerika Serikat meminta 69 partisipan untuk bermain game.
Game disarankan untuk dimainkan dalam penelitian itu adalah game 3D seperti game Mario Bros. Selama tiga minggu, responden penelitian memainkan game tersebut.

Kemudian partisipan diminta untuk melakukan tes. Dan terbukti mereka yang bermain game 3D dapat lebih pandai dalam hal mengingat, dibandingkan mereka yang tidak bermain game sama sekali.

Selain meningkatkan daya ingat, manfaat bermain game juga dapat meningkatkan kecerdasan. Studi yang diterbitkan PLoS ONE pada tahun 2013 menyatakan manfaat bermain game bisa meningkatkan kecerdasan.
Dalam penelian tersebut, 5 group yang terdiri dari beberapa responden diminta untuk memainkan game di ponsel masing-masing selama 4 minggu.
Setelah itu diadakan sebuah tes terhadap para responden. Hasilnya kemampuan kognitif para responden semakin meningkat daripada sebelumnya.
Selain meningkatkan kecerdasan, manfaat bermain game juga bisa untuk meningkatkan kesehatan otak loh.

Berdasarkan Jurnal Molecular Psychiatry, ditemukan manfaat bermain game dapat meningkatkan kesehatan otak.
Khususnya bagian otak yang bertanggungjawab dalam orientasi spasial, pembentukan memori, perencanaan strategi, dan keterampilan motorik halus.
Para partisipan dalam uji coba penelitian itu disuruh bermain game selama 30 menit per harinya.
Penelitian ini melibatkan mesin pengawasan Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Hasilnya sungguh menakjubkan, mesin MRI itu menunjukkan adanya peningkatan pada hippocampus kanan, korteks prefrontal kanan, dan otak kecil.

Manfaat bermain game yang terakhir adalah meredakan nyeri dan rasa cemas. Penelitian yang diterbitkan pada tahun 2010 berani menyatakan, manfaat game dapat menjadi obat Pereda nyeri, khususnya game yang bergenre virtual reality.
Ternyata tidak hanya rasa nyeri saja yang reda, akan tetapi penelitian itu juga membuktikan bahwa bermain game virtual reality dapat meredakan rasa cemas.
Proses riset itu adalah dengan cara mengalihkan pikiran para pasien dari rasa sakitnya, dengan melihat berbagai macam visualisasi yang terdapat di dalam game. Sehingga pasien dapat melupakan rasa sakit dan cemas yang dirasakan sebelumnya.
Sahabat Dream perlu mengetahui nih, meskipun banyak manfaat bermain game untuk mencegah stres dan juga meningkatkan kognitif manusia, akan tetapi jangan lupa waktu. Karena bermain game terlalu lama juga tidak baik untuk kesehatan.

Apapun yang berlebihan itu akan menimbulkan risiko. Meskipun sedang berada di rumah karena demi pencegahan penularan virus corona, tetapi jangan menghabiskan waktu lama hanya untuk bermain game saja.
Waktu yang terlalu banyak dihabiskan untuk bermain game dapat menyebabkan anda menjadi antisosial.
Meskipun diimbau untuk menerapkan social distancing, akan tetapi anda juga harus tetap saling bertegur sapa dengan keluarga maupun tetangga serta teman-teman anda, walaupun hanya melalui interaksi social virtual lewat teknologi.
Selain itu carilah aktivitas seru lainnya yang juga menyehatkan mental serta mengatasi kebosanan selama di rumah.
Bisa berolahraga, membuat kerajinan tangan atau memasak. Aktivitas-aktivitas yang mengandalkan otak dan gerakan tubuh tersebut bermanfaat baik untuk mengatasi stres anda selama di rumah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya