Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Brownies Tempe/ Foto: Instagram @tempehgrenada
Dream - Tempe termasuk makanan favorit orang Indonesia. Biasanya tempe diolah jadi makanan pendamping nasi. Digoreng, dikukus, dijadikan tumisan atau campuran sayur.
Bagaimana kalau tempe diolah menjadi kue brownies? Pernah membayangkannya. Akun Instagram @tempehgrenada membuat olahan tempe jadi berbeda dengan membuatnya jadi brownies.
Akun tersebut dikelola oleh Putri, orang Indonesia yang tinggal di Grenada, Karibia. Ia memang kerap membuat tempe dengan bahan dan cara berbeda, dan tak pernah terpikirkan sebelumnya, seperti Tempe Brownies.
Sahabat Dream ingin membuat juga Brownies dari tempe? Putri memberikan resepnya.

Bahan:
- 1 cup tempe
- 1 kaleng kacang merah
- 1/2 cup sirup maple atau madu
- 1/3 cup oat atau bubuk almond
- 2 sendok makan bubuk flaxseed
- 3 sendok makan minyak kelapa
- Vanilla essensce secukupnya
- 1/2 sendok makan sea salt
- 1/4 sendok teh baking power
- 1/4 sendok teh baking soda
- Cokelat chip atau bar sesuai selera
- Campurkan bahan di prosesor sampai menjadi pasta yang kental. Lalu tambahkan cokelat batangan yang sudah di potong kasar ke dalam adonan
- Sisihkan sebagian untuk topping kue di akhir. Setelah itu masukan adonan pada loyang dan panggang kurang lebih selama 30 menit pada suhu 350 Fahrenheit
- Tambahkan sisa potongan cokelat di atas brownies, dan siap untuk disajikan.
Lihat postingan ini di Instagram
Laporan Abinsha Nurmaulida
Buat kamu yang berjualan makanan atau suka memesan makanan secara online, bisa tengok ManisdanSedap.com. Selain membantu penggemar kuliner menemukan dan memesan beragam menu favorit, platform ini juga membantu para pemilik UMKM untuk menampilkan jualan mereka sebagai 'etalase'.
Lengkap dengan tombol pembelian langsung menuju ke nomor whatsapp Seller, pembeli dapat berinteraksi dengan Seller dan melakukan transaksi terpisah dari platform. Yuk, bikin usaha kuliner rumahanmu makin dikenal dengan ikutan gabung ke ManisdanSedap.com!
Dream – Tempe termasuk hidangan favorit masyarakat Indonesia. Makanan yang jadi salah satu sumber protein nabati ini banyak dikreasikan jadi sajian lezat. Seperti sate tempe, steak hingga keripik.
Warna tempe sangat tergantung dari bahan utamanya yaitu kedelai. Pernahkah Sahabat Dream melihat tempe warna-warni? Akun Instagram @tempehgrenada memperlihatkan keindahan tempe dalam warna yang begitu beragam.
Akun tersebut dikelola oleh Putri, orang Indonesia yang tinggal di Grenada, Karibia. Ia menyebut @tempehgrenada sebagai tempe artisan. Beragam tempe dibuatnya dengan mengandalkan bahan-bahan alami yang ada di Grenada.
Salah satu tempe yang mencuri perhatian adalah Tempe Unicorn. Merupakan tempe yang dibuat dari dengan kedelai yang diwarnai dengan bahan alami.

Warna hijau diperoleh dari daun pandan yang digunakan untuk mewarnai hijau pada kedelai. Lalu warna ungu, didapatkan dari bunga Butterfly Pea. Untuk warna kuning didapatkannya dari kuning. Warna tersebut di-infused pada kedelai untuk kemudian dibuat tempe.
Hasilnya tampak seperti tempe pelangi yang memiliki empat warna dalam satu papan. Sangat cantik!

“ Warna tidak hanya indah tetapi juga membuat kita semua bahagia. Dan setiap kali kamu merasa bahagia, kamu menghasilkan endorfin yang membuat dirimu merasa positif. -Grenada Karibia,” tulis @tempehgrenada.
Ada juga tempe yang terbuat dari campuran kedelai dan labu. Hasilnya sangat tak diduga begitu dipotong, jadi perpaduan warna yang apik. Jika kamu penasaran apakah tempe ini bisa dimakan?

Tentu saja bisa dimakan karena berasal dari bahan alami. Bisa ditumis, digoreng, dijadikan lasagna atau dimasak sesuai selera.
Laporan: Angela Irena Mihardja
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya