Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Alasan Simpel Pengemudi Ogah Menyetir Mobil Nirawak

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 7 Oktober 2019 12:36
Alasan Simpel Pengemudi Ogah Menyetir Mobil Nirawak
Bukan perkara mudah mengganti kebiasaan pengemudi mobil.

Dream – Industri otomotif khususnya di negara maju kini sudah mencapai level 5. Di tingkat ini, mobil mengedepankan penggunaan teknologi. Salah satu yang sudah terlihat ada penerapan sistem nirsopir atau mobil tanpa sopir.

Meski memudahkan kerja pemilik kendaraan, teknologi driverless ternyata  tak selancar yang dikira. Banyak orang yang masih enggan menggunakannya.

Produsen otomotif sepertinya lupa memperhitungkan faktor kebiasaan pengemudi kendaraan. Mereka merasa tak mengendarai mobil jika tak memegang kendali setir.

Temuan ini didapat dari hasil sebuah studi yang dilakukan oleh Automobile Association (AA) di Inggris.

Dikutip dari Auto Evolution, Senin 7 Oktober 2019, ikatan budaya dengan mobil masih tertanam sangat tetap kuat. Pengemudi ogah melepas tangannya dari kemudi, meskipun berada di mobil yang berteknologi driveless.

Diketahui jika masih banyak masyarakat yang belum percaya dengan teknologi nirsopir ini.

Dari lebih dari 21 ribu pengemudi di Inggris, seperempat diantaranya menjawab percaya diri mobilnya bisa menyetir sendiri. Sisanya mengaku takkan melepas tangannya dari kemudi, tak peduli berapa banyak jaminan yang mereka peroleh bahwa kendaraan tersebut akan menangani apa pun yang terjadi dalam lalu lintas.

1 dari 2 halaman

PR Besar Buat Produsen Mobil

Presiden Automobile Associatio, Edmund King, menekankan produsen mobil harus memenangkan kepercayaan pengemudi sebelum membuat mobil otonom sejati. Keterikatan budaya dengan mobil tidak boleh diabaikan atau diremehkan.

King mengatakan ada 63 persen responden yang merasa kehilangan esensi mengemudi jika naik mobil otonom. Mayoritas mereka adalah perempuan. Sementara 53 persen pria juga merasakan hal yang demikian. 

“ Seiring berkembangnya mobil autonomous, hampir setengahnya tak bisa membayangkan ketika melepas mobil,” kata King. 

2 dari 2 halaman

Tak Percaya Teknologi Ambil Keputusan

Sembilan dari 10 pengemudi yang ditanyai mengatakan mereka tidak akan mempercayai mobil untuk membuat keputusan yang tepat jika terjadi keadaan lalu lintas yang tidak terduga, tidak ketika mereka berada di dalam dan bisa mengambil kemudi sendiri. Sisi baiknya, pengemudi menyambut baik teknologi di dalam mobil - selama mereka tidak harus melepaskan kendali penuh atas kendaraan.

Survei yang sama mengungkapkan bahwa 59 persen dari mereka yang ditanya ingin control cruise yang adaptif dan 58 persen akan menyukai pengereman darurat otomatis canggih. 

“ Tidak diragukan lagi, kemajuan teknologi dapat dan akan menyelamatkan nyawa dan meningkatkan mobilitas untuk orang tua, orang cacat, dan orang muda,” kata dia.

(Sah/ Sumber: autoevolution)

Beri Komentar