Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Menyusui (Foto: Shutterstock)
Dream - Banyak ibu yang ingin memberikan nutrisi terbaik untuk buah hatinya melalui ASI, karena memang asupan gizi paling berkualitas. Namun hal ini tak semudah yang dibayangkan. Salah satu hal bisa menghambat pemberian ASI adalah kondisi kesehatan ibu.
Seperti penyakit osteoporosis atau pengeroposan tulang. Penyakit satu ini sering dianggap hanya menyerang orang yang berusia lanjut. Sebenarnya banyak juga yang perempuan di usia produktif yang mengalami pengeroposan tulang.
Lalu bagaimana jika seorang ibu yang memiliki riwayat penyakit pengeroposan tulang ingin menyusui, apakah berbahaya untuknya? Sangat penting bagi ibu untuk berkonsultasi dengan dokter, baik dokter kandungan atau konselor laktasi.
" Kini banyak perempuan yang menunda memiliki anak dan baru saja melahirkan di usia lanjut. Mereka yang memiliki masalah tulang seperti fraktur atau osteoporosis harus berkonsultasi dengan rutin dan intensif pada dokter," ungkap Shonte Terhune-Smith, seorang konselor laktasi.
Kondisi osteoporis tiap orang berbeda, tapi memang selama menyusui 'cadangan' tulang ibu diambil oleh bayi. Kalsium dalam tubuh ibu akan berkurang cukup drastis selama menyusui sehingga levelnya menjadi sangat rendah. Hal ini tentu akan memperparah kondisi pengeroposan tulangnya.
" Terapi obat-obatan bisa dilakukan untuk mencegah osteoporosis menjadi lebih parah. Untuk itu penting berkonsultasi rutin dan memberitahu dokter bahwa ibu sedang menyusui. Hal ini agar diberikan jenis obat yang aman untuk bayi" kata Shonte.
Penting juga memperhatikan asupan berkalsium tinggi sebelum hamil, saat hamil dan saat menyusui. Ibu bisa mengonsumsi susu, yogur, kacang almond yang memiliki kadar kalsium tinggi atau mengonsumsi suplemen kalsium agar kesehatan tulang tetap terjaga.
Sumber: Pop Sugar
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya