Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Makanan yang tak mengandung zat monosodium glutamat (MSG) dinilai jauh lebih sehat. Tak sedikit produk makanan yang dijual di pasaran mengklaim bebas MSG, terutama untuk anak-anak.
Kandungan MSG juga menjadi perhatian bagi orangtua yang ingin memberikan makanan terbaik pada buah hatinya. Ternyata, pengaruh kandungan MSG pada orang dewasa dan anak tidak memiliki perbedaan.
" Penelitian pada anak umur 1 tahun, apakah benar ada perbedaan pemberian MSG pada dewasa dan anak-anak, ternyata dengan dosis tertentu tidak ada perbedaan. Semuanya berbahaya jika berlebihan," ungkap Nurpudji A Taslim, Ketua Umum PDGK (Persatuan Dokter Gizi Klinik) di Seribu Rasa, Jakarta Selatan, Rabu 5 Februari 2020.
© Dream
Ia juga mengungkapkan bahwa pemakaian MSG pada makanan anak boleh dibilang aman. Bisa jadi trik bagi anak yang memiliki nafsu makan rendah.
" Jadi manfaatnya itu kan mengubah cita rasa, jadi anak-anak yang hilang nafsu makan nggak apa-apa pakai MSG supaya nafsu makannya bertambah," kata Nurpudji.
Bila anak memiliki nafsu makan cukup atau bahkan berlebihan, tidak dianjurkan memakai MSG terlalu sering dan banyak. Hal ini bisa mempengaruhi hormon leptin yang berfungsi untuk mengatur rasa kenyang. Terlalu banyak MSG akan menyebabkan resistensi hormon leptin, sehingga anak akan lebih sulit mengontrol nafsu makan.
Jika dibiarkan terus menerus, anak akan lebih rentan terhadap obesitas. Inilah yang menjadi akar dari berbagai penyakit lainnya, seperti kolesterol, diabetes, hipertensi dan lain-lain.
" Kalau sudah merasakan efek negatif dari MSG atau sensitif terhadap penyedap rasa, gantilah dengan bumbu dapur agar makanan lebih kaya rasa," pesan Nurpudji.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya