Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anak Berbagi Mainan
Dream - Biskuit kesukaan serta mainan favorit si kecil selalu ada dalam dekapannya. Saat bermain bersama dengan teman-temannya, ia langsung menyembunyikan dan tak mau
membaginya. Anak-anak terutama balita, memang masih sangat sulit berbagi.
Ia akan menangis atau mengamuk jika dipaksa untuk berbagi, terutama jika hal yang harus dibagi adalah barang atau makanan kesukaan. Emosinya belum matang dan ia masih perlu
diajarkan. Jangan memaksa apalagi mempermalukannya di depan umum.
" Meneriaki anak balita karena tak mau berbagi mainan atau makanan tak ada gunanya. Hanya akan membuat suasana makin panas dan anak pun tak akan menurut. Ada banyak cara untuk
mengajarkanya berbagi," ujar Betsy Mann, seorang pendidik asal Kanada, seperti dikutip dari Parents.
Berbagi, menurut Mann, bukan sekedar memberi apa yang dimilikinya atau menuruti orangtua. Tapi berbagi juga butuh kematangan sosial, emosi serta kognitifnya. Sehingga, berbagai perlu
dicontohkan dan diajarkan berulang-ulang sehingga anak bisa melakukannya.
" Saat bermain, ibu, ayah atau pengasuh bisa mulai mengajarkan untuk membuat giliran. Misalnya ketika ia memegang bola, mintalah untuk bergantian, bilang saja 'giliran bunda, nanti kakak main lagi setelah bunda', lakukan itu berulang-ulang," kata Mann.
Anak juga perlu melihat contoh, saat di rumah berbagilah makanan kesukaan Anda dengannya. Berikan juga pada orang-orang di rumah. Dengan begitu ia bisa melihat, dengan berbagi
orang-orang di sekitarnya menjadi senang dan bahagia.
" Ada kalanya, anak tak mau sama sekali berbagi. Tak perlu memaksa, tapi jangan lupa jelaskan padanya dengan berbagi ia bisa membuat orang lain tersenyum dan bahagia karenanya," ujar Mann.
Lalu jangan lupa berikan pujian jika si kecil membagi makanan atau meminjamkan mainannya. Bisa berupa ucapan seperti " wah, kakak pinter banget mau kasih adik mainan" . Memberi gambar bintang yang bisa ditempel juga bisa dilakukan.
" Tempel gambar lucu di tangannya seperti penghargaan ketika ia mau berbagi dengan teman atau saudara. Berikan juga pelukan hangat atau jempol Anda untuknya, pasti ia akan sangat gembira menerimanya," ujar Mann.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya