JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Beberapa anak memiliki masalah emosi yang sering muncul setelah mereka pulang sekolah. Saat berada di sekolah, si kecil mengikuti semua aturan yang dan sangat menurut pada gurunya.
Sesampainya di rumah, berubah 180 derajat. Anak jadi sangat sulit diatur. Mengamuk, menangis, manja bahkan menangis tanpa henti. Apakah buah hati mengalaminya?
Tenang bunda, Anda tidak sendirian menghadapinya. Kondisi ini nyata dan bahkan memiliki nama ilmiah yaitu after school restraint collapse. Kondisi ini sering terjadi pada anak balita hingga anak yang sudah mulai bersekolah di sekolah dasar.
Hal tersebut bisa terjadi karena anak sudah sangat menahan emosi dan mengontrol sikapnya seharian, ketika berada di sekolah atau tempat penitipan anak. Saat mereka bertemu dengan orangtua atau pengasuhnya, maka emosi tersebut dikeluarkannya.
" Biasanya terjadi pada anak prasekolah hingga di bawah usia 12 tahun. Anak usia tersebut masih belajar mengontrol diri dan emosinya," ujar Dr. Jennifer Hartstein, seorang psikolog remaja dan keluarga.
Menurut Hartstein, kondisi tersebut juga sering terjadi pada awal tahun ajaran baru atau ketika mereka baru memulai jadwal baru. Anak belum terbiasa dengan rutinitas yang baru dan masih beradaptasi.
" Ketika anak-anak sudah mampu membangun ketahanan emosi dan mengelolanya dengan lebih efektif, perilaku ini cenderung menurun. Seiring berjalanannya waktu dan adaptasi rutinitas, sikap anak akan membaik," kata Hartstein seperti dikutip dari CafeMom.
Penting juga bagi orangtua memperhatikan sikap ini. Jika terjadi terus menerus dan semakin hari semakin parah, maka harus dicari penyebabnya. Bisa jadi anak mengalami masalah di sekolah dan melampiaskannya di rumah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
