6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Keluarga Nadiem Makarim
Dream - Aktivitas belajar tatap muka masih terus disoroti dan jadi perhatian semua pihak. Terutama para orangtua yang mengkhwatirkan kesehatan dan keselamatan putra putrinya saat belajar di rumah.
Pasalnya vaksin Covid-19 baru tersedia untuk anak usia 12 tahun ke atas. Sementara anak yang usianya di bawah 12 belum mendapat vaksinasi Covid-19. Rasa galau dan haru tampaknya juga dialami Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim.
Ia rupanya termasuk orangtua yang mengizinkan anaknya untuk sekolah tatap muka selama pandemi. Dua anak Nadiem masih di bawah 12 tahun sehingga belum mendapat vaksin. Lewat akun Instagram resminya @nadiemmakarim, ayah tiga anak itu mengungkap dirinya hampir menangis melihat anaknya ke sekolah.

" Saya hampir menangis melihat kedua anak saya kembali sekolah untuk mengikuti PTM Terbatas. Sejak masuk sekolah lagi, saya melihat perilaku mereka menjadi lebih tenang dan santun. Dan yang terpenting, mereka sekarang lebih ceria dalam kesehariannya," ungkap Nadiem.
Mengizinkan anaknya sekolah tatap muka saat pandemi dan belum divaksin tentu bukan tanpa risiko. Menurut Nadiem, dengan sekolah tatap muka, bisa membuat tumbuh kembang buah hatinya jadi optimal, tentunya dengan menjalani protokol kesehatan ketat di sekolah.
" Tentu saya paham dengan risikonya karena pandemi masih berlangsung, tapi sebagai orang tua saya harus memprioritaskan perkembangan dan kebahagiaan mereka," tulisnya.
© Dream
Rupanya banyak juga orangtua yang merasakan hal sama dengan Nadiem. Komentar bermunculan di unggahan tersebut. Seperti " Me too rasanya bahagia liat anak tatap muka lagi di sekolah," tulis salah satu warganet.
" Sama pak, walau baru isi form aja saya dan anak saya bahagia bngt berharap sekolah," ungkap warganet lain.
" Setuju paakk!!!! Prioritas anak itu perkembangan dan kebahagiaan. Yg penting protokol ketat," komentar lainnya.
© Dream
Dream - Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dan istrinya, Franka, termasuk orangtua yang sangat melindungi privasi ketiga buah hatinya. Nadiem memiliki akun Instagram, tapi ia tak pernah mengunggah wajah anak-anaknya secara jelas.
Nadiem punya cara sendiri untuk berbagi momen manis dengan putri-putrinya. Biasanya foto diambil dari atas, belakang atau sudut lain yang tak memperlihatkan wajah sang buah hati.
Foto tersebut diunggah di akun Instagram resminya @nadiemmakarim. Walau tak tampak wajah anaknya, tetap terasa kehangatan keluarga Nadiem dan Franka. Tengok saja momen-momen manis Nadiem bersama putri-putri kesayangannya.
Main batu

Nadiem suka menemani putrinya bermain di luar rumah. Menurutnya saat berada di luar rumah, anaknya akan belajar banyak hal dengan cara yang menyenangkan.
" Saat keluar rumah saya pastikan kalau anak saya bisa mempelajari hal baru. Karena hal sederhana akan selalu bermakna di mata mereka yang mau belajar," tulis Nadiem di Instagram.
© Dream

Bersama Franka, ia juga suka membacakan buku-buku dongeng pada ketiga putrinya. Momen membaca buku bersama tampaknya jadi hal yang sangat disukai keluarga ini.
© Dream

Nadiem juga suka makan bersama sang putri. Lihat saja gemasnya Nadiem saat disuapi makanan oleh anaknya.
© Dream

Keluarga Nadiem ternyata masih menjalankan ritual budaya Jawa yang kental. Salah satunya Tedak Sinten, yang digelar untuk putrinya yang baru belajar berjalan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
