Ayu Shita. (foto: Dream.co.id/ Nur Ulfa)
Dream - Selalu tampil modis di setiap kesempatan, tak membuat Ayu Shita merasa kesulitan menggunakan kain batik dan kebaya dalam bermain film biopik, Kartini.
Ayu yang berperan sebagai Kardinah, adik dari Kartini, mulai terbiasa menggunakan kain dan kebaya di setiap pengambilan gambar.
" Selama proses reading, blocking memang pakai kain, membiasakan pakai kain, harus terbiasa pakai kain sendiri," kata Ayu saat syukuran film Kartini di Djakarta Theater, Kamis, 14 Juli 2016.
Tak hanya harus menggunakan kain batik dan kebaya, dalam film ini Ayu diharuskan belajar bahasa Jawa halus untuk mendalami karakter Kardinah.
" kita kan ada coach dari jawa untuk belajar kultur jawa, misal aku ada basic jawa, tapi bahasa kromo inggil itu bagaimana digunakan di tahun segitu seperti apa. Anak muda jaman sekarang kan lebih kreatif ya membuat bahasa, jauh dari bahasa bicara jaman dulu," tambahnya.
Selain harus belajar bahasa Jawa, salah satu personil BBB ini juga rutin melakukan riset untuk dapat mendapat memerankan tokoh Kardinah dengan baik.
" Ya melakukan riset, kita dapatin dari PH dan cari sendiri, ada sekian banyak aku tanya dari mas hanung, internet, semuanya, aku baca buku kartini, banyak surat, fasilitas yang bisa bantu," pungkasnya.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global