Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Mall Barang Bekas Di Swedia (retuna.se)
Dream - Bagi sebagian orang, barang bekas masih sangat bermanfaat. Minimal, tidak perlu keluar uang banyak untuk beli yang baru selama masih ada barang bekas.
Di Swedia, ada satu tempat yang jadi surganya penggemar barang bekas. Tepatnya di Eskilstuna, ada satu mall yang hanya jualan barang bekas.
Mall yang dinamai ReTuna ini dibangun sebagai perwujudan dari konsep pakai lagi. Tujuan utamanya tentu untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Seluruh barang bekas di mall ini memiliki usia pakai lebih panjang. Caranya, dengan dilakukan perbaikan serta daur ulang sehingga barang bisa dimanfaatkan kembali.
Lokasi mall barang bekas ini tepat di fasilitas daur ulang ReTuna Aterbruksgalleria di Folkestaleden 7, Eskilstuna. Di mall ini tersedia fasilitas yang memudahkan pengunjung menyortir material akan dibuang.
Para pengunjung dapat meletakkan beragam barang bekas, seperti mainan, furnitur, pakaian, barang-barang dekoratif, dan perangkat elektronik yang dapat digunakan kembali di gudang mal " Returen" .
Di gudang, staf dari AMA (unit sumber daya untuk aktivitas, motivasi dan kerja Kota Eskilstuna) melakukan penyortiran tahap awal untuk membedakan barang yang bisa digunakan dan mana yang tidak. Barang-barang bekas ini lalu didistribusikan ke toko-toko daur ulang di mal.
Staf toko juga melakukan penyortiran tahap kedua dengan memilih barang yang ingin perbaiki, konversi, hingga dijual. Dengan begitu, barang bisa dimanfaatkan kembali dengan harga yang sangat miring.
Tidak hanya menjual barang bekas, kehadiran ReTuna juga menjadi langkah edukasi masyarakat. Tempat ini kerap menggelar workshop dengan fokus pada tema keberlanjutan.
Gagasan dari pendirian mall ini berangkat dari misi Kota Eskilstuna yang ingin menjadi panutan dalam konsep lingkungan hijau. Dalam pengembangan konsep lingkungan yang ramah, muncul ide untuk mendirikan pusat belanja barang bekas yang modern.
Konsep tersebut ternyata menarik perhatian banyak orang. Bahkan akhirnya ReTuna bisa membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar, dikutip dari retuna.se.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?