Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Hamil (Foto: Shutterstock)
Dream - Setelah melahirkan, hampir semua perempuan ingin segera menurunkan berat badan. Namun, bukannya berkurang karena mengurus bayi dan menyusui, berat badan malah terus bertambah.
Usai melahirkan sebenarnya bobot tubuh akan berkurang drastis. Bayi, plasenta, darah, akan keluar. Lalu bagaimana dengan bentuk tubuh?
" Bentuk tubuh masih bisa kembali di bawah 3-6 bulan setelah kehamilan. Setelah itu, kemungkinan besar bentuk tubuh akan tetap seperti itu atau sulit untuk menurunkan berat badan," tutur Grace Judio-Kahl, pakar fisiologi dan konsultan penurunan berat badan di Buba n Bump, di Jakarta.
Perubahan fisik tidak hanya terjadi pada perut, payudara maupun daerah kewanitaan. Tapi juga kulit, rambut, tulang dan kaki.
" Karena hormonnya berubah, rambut rontok, fleknya bertambah, timbul varises di kaki dan berkurangnya kalsium yang digunakan untuk kandungan ASI dan nutrisi bayi," ujar Grace.
Selama 3 bulan setelah kehamilan, berat badan ibu akan turun 6 hingga 8,5 kilogram secara drastis karena hilangnya beban janin, plasenta, air ketuban, retensi cairan, ekstra darah dan tali pusar.
" Selama hamil, normalnya berat akan naik 11-13 kilogram. Jika lebih, biasanya disebabkan oleh lemak. Sebaiknya, pola hidup sehat dan diet dimulai segera agar beratnya tidak menetap," ujar Grace.
Diet dan pola hidup sehat bisa dimulai dengan membatasi gula dan tepung, mengukur asupan kalori. Termasuk mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi serta rutin berolahraga.
" Bisa dibantu dengan memakai gurita. Dan jangan lupa untuk banyak minum air, makan sup serta buah potong agar ASI tetap lancar. Penurunan berat badan akan menurunkan kadar cairan tubuh dan berpengaruh pada ASI," imbuhnya.
Dianjurkan untuk makan ketika perlu, bukan ketika mau. Beberapa macam diet bisa dijalani setelah 6 sampai 12 bulan setelah melahirkan, seperti diet karbo, OCD, ketogenic, atkins, diet GM, military diet, south beach diet dan sebagainya.
" Pemilihan tipe diet ini perlu disesuaikan dengan kepribadian dan kebutuhan nutrisi agar lebih efektif serta tidak merusak metabolisme," ungkap Grace.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya