Beredar Foto Kondisi Paru-Paru Diduga Pasien Terjangkit Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 3 Februari 2020 17:48
Beredar Foto Kondisi Paru-Paru Diduga Pasien Terjangkit Virus Corona
Ada bercak putih di sudut bawah paru-parunya.

Dream - Hasil pemindaian sinar X terhadap paru-paru seorang perempuan 33 tahun pengidap virus Corona Wuhan, mengejutkan banyak pihak. Dari hasil rontgen terlihat sisi paru-paru wanita yang terpapar 2019-NCoV itu menjadi buram.

Dilaporkan Siakapkeli, perempuan tersebut dirawat di sebuah rumah sakit di Lanzhou, China. Suhu tubuhnya mencapai 38,8 derajat Celcius dengan kondisi napas terdengar kasar setelah lima hari didera batuk.

Di pasien selam aini bekerja di Wuhan, Provinsi Hubei. Kota tersebut diduga menjadi penyebab asal virus 2019-nCoV.

Perempuan yang tak disebut namanya itu, didiagnosis terpapar virus Corona Wuhan setelah kandungan sel darah putihnya yang rendah.

1 dari 7 halaman

Ada Bercak Putih

Pemindaian menunjukkan bercak putih di sudut bawah paru-parunya. Ahli radiologi menyebutnya sebagai " kegelapan kaca tanah" dari ruang udara di paru-paru.

Bintik-bintik putih tampak lebih jelas pada rontgen kedua. Rontgen berlabel B diambil tiga hari setelah rontgen pertama.

 

2 dari 7 halaman

Lihat Fotonya

Gambar tersebut dipresentasikan sekelompok peneliti di Rumah Sakit Pertama Universitas Lanzhou ke Jurnal Radiology.

Ahli radiologi dari Universitas Thomas Jefferson, Paras Lakhani, tidak terlibat dalam penelitian ini, namun meneliti hasil rontgen tersebut.

Hasil rontgen paru-paru pengidap virus Corona Wuhan (Foto: Siakapkeli)

Hasil rontgen paru-paru pengidap virus Corona Wuhan (Foto: Siakapkeli)

Dia mengatakan, bahwa seandainya hasil rontgen itu diperbesar, itu akan terlihat seperti kaca yang buram.

 

 

3 dari 7 halaman

Kelelawar di Indonesia Mengandung Virus Corona, Ini Sebarannya

Dream - Wabah virus corona (2019-nCoV) yang berasal dari Wuhan, China hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Pasalnya, sudah ada ratusan orang meninggal dunia akibat virus yang belum ada obatnya itu.

Diduga, penyebab virus corona di Wuhan yaitu dari kelelawar. Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono mengatakan, kelelawar yang ada di Indonesia juga mengandung virus corona.

" Kelelawar yang kami dapatkan ada (virus corona), kita kan dari wilayah barat sampai Indonesia timur meski tidak setiap kota, kita pilih Bukittinggi, di Bogor Panjalu, Ciamis sampai Manado," ujar Agus saat berbincang dengan Dream, Senin, 3 Januari 2020.

Meski demikian, Agus belum dapat memastikan virus corona yang ada di kelelawar di Indonesia sama atau tidak dengan yang di Wuhan. Hal itu, kata dia, perlu ada penelitian lebih lanjut.

" Sekarang yang dikhawatirkan dengan kelelawar itu karena memang kita dapatkan virus corona itu ada di kelelawar. Kita nggak tahu apakah corona yang ditemukan sama dengan yang di Wuhan mungkin beda, serinya lain," ucap ahli yang juga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB ini. 

 

 

4 dari 7 halaman

Cara Menghindarinya: Jangan Memakan Buah

Lebih lanjut, kata dia, virus corona yang ditemukan di kelelawar wilayah Indonesia itu berjenis pemakan buah.

Maka dari itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memakan buah bekas yang dimakan kelelawar.

 

Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono

Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB University, Prof Agus Setiyono (Foto: Situs resmi IPB) 

" Ada lebih dari 50 jenis kelelawar. Banyak jadi ada kelelawar pemakan serangga ada, seperti vampir juga ada. (Indonesia) itu ada beberapa kelelawar, prinsipnya itu kelelawar buah. Ada di jurnal yang kita publish," kata dia.

 

 

5 dari 7 halaman

Tangani Virus Corona Wuhan, Tubuh Perawat Penuh Bercak Merah

Dream - Kasus virus Corona Wuhan (2019-nCoV) di kota Wuhan, Provinsi Hubei, mencapai 11.000 orang. Para staf kesehatan berusaha keras menangani menyebarnya virus ini.

Perawat Corona di China

Seorang perawat di Departemen Penyakit Terinfeksi di Rumah Sakit Anak Provinsi China, Hu Pei, 22 tahun, bekerja keras hingga wajah dan tangannya penuh tanda merah. Bahkan, tangannya tampak keriput dan pecah-pecah karena terpapar alkohol selama seharian.

Kondisi ini membuat punggung tangannya seperti kulit orang tua.

Dilaporkan China Press, Hu Pei lahir di 1998. Selama bertugas menjalani kegiatan, dia menggunakan pakaian dan sarung tangan selama sehari, dengan bedak talcum di dalam sarung tangannya.

" Aku bersiap untuk menjalani karantina setiap waktu," kata dia.

Dia mengatakan, ikut serta dalam misi itu sebagai bagian tanggung jawab generasi setelah 90-an.

" Faktanya, kami tidak takut, namun kami punya misi dan kami harus melakukan sesuatu. Kami muda dan takut tidak berpengalaman," ujar dia.

" Kadang ada rasa takut dan khawatir dalam hati dan keluargaku, tapi menggunakan masker, dan penutup wajah, baju pengaman tidak akan membuatku khawatir," ucap dia.

Kolega Hu Pei, Ning Bin berharap Hu Pei tidak lupa menggunakan krim dan sarung tangan.

 

 

6 dari 7 halaman

Pasien Corona di Filipina Meninggal, Kasus Kematian Pertama di Luar China

Dream - Virus corona 2019Ncov kembali memakan korban jiwa, kali ini terjadi di Filipina. Pada Minggu 2 Februari 2020 hari ini, pihak pemerintah Filipina mengumumkan kalau ada warga China di Filipina yang meninggal dunia virus corona.

Kasus kematian pasien corona di Filipina, merupakan yang pertama terjadi di luar China. Departemen Kesehatan Filipina mengatakan laki-laki 44 tahun asal China yang berasal dari Wuhan itu dirawat pada 25 Januari lalu setelah mengalami batuk-batuk, demam, dan sakit tenggorokan.

Dia menderita pneumonia akut dan dalam beberapa hari terakhir pasien menunjukkan kondisi stabil dan ada kemajuan. Ternyata dalam 24 jam terakhir kondisi pasien terus memburuk hingga meninggal dunia.

" Ini yang pertama kali kematian terjadi di luar China," kata Rabrindra Abeyasinghe, perwakilan WHO untuk Filipina kepada wartawan.

Korban adalah kasus kedua yang tercatat di Filipina. Pejabat kesehatan Filipina membenarkan kematian pasien itu dalam jumpa pers hari ini. Filipina melaporkan kasus pertama virus corona pada Kamis pekan lalu.

 

7 dari 7 halaman

Darurat Kesehatan Global

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) secara resmi menyatakan virus corona merupakan darurat kesehatan global. Hal ini dinyatakan dalam pertemuan kedua Emergency Committee bersama dengan Direktur Jenderal WHO pada hari Kamis, 30 Januari 2020 kemarin waktu Jenewa.

Mengutip laman resminya, Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mendeklarasikan, wabah virus corona 2019-nCoV merupakan Public Health Emergency of International Concern (PHEIC).

Dalam pertemuan pertamanya, WHO belum menyatakan status darurat kesehatan global. Namun, mengingat adanya peningkatan yang signifikan jumlah kasus dan negara yang melaporkan semakin bertambah, pertemuan kedua pun dilakukan. Dalam konferensi persnya, Tedros mencatat bahwa terjadi penyebaran virus yang mengkhawatirkan di luar China.

Cegah Virus Corona, Angkasa Pura Perketat Pengamanan

" Alasan utama deklarasi ini bukan karena apa yang terjadi di China tetapi karena apa yang terjadi di negara lain. Kekhawatiran terbesar kami adalah potensi virus ini menyebar ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah serta tidak siap untuk menghadapinya" ujar Ghebreyesus.


Laporan Pandasurya/ Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar