Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Ilustrasi Shutterstock)
Dream - Bagi sosialita, barang-barang lansiran Hermes memiliki keistimewaan tersendiri. Mereka berlomba mengoleksi tasnya karena dapat menaikan status sosialnya di hadapan masyarakat.
Tas asal Perancis itu didesain dengan kualitas yang sangat jempolan. Beberapa diantaranya dibuat dari kulit buaya albino yang sangat langka. Dibutuhkan perawatan khusus untuk menjaganya tetap awet tanpa membuat warnanya pudar.
Selain warna, para pemiliki tas Hermes juga harus memperhatikan beberapa perawatan lainnya agar tak menurunkan nilai jual.
Seorang bag expert, Effi Rachmanto, menceritakan pengalaman memalukan dengan tas Hermes miliknya. Suatu ketika, sebuah handbag yang dibelinya di Belanda pada 2014 silam, mengeluarkan bau jengkol yang sangat menyengat.

" Tas tersebut saya dapatkan di Belanda pada 2014 dan dibeli oleh sahabat saya sendiri. Ketika dibawa ke salah satu acara yang mana tempatnya adalah sebuah lapangan, dari jarak 10 meter sekalipun bau itu keluar dan sangat tidak sedap," cerita Efii saat ditemui di acara Irresistible Bazaar di Grand Indonesia Jakarta, Rabu 28 Februari 2018.
Sontak kejadian itu membuat Effi malu. Alhasil, ia langsung membawa tas Hermes Birkin size 35 gold hardware hitam tersebut ke Singapura untuk mengecek keasliannya.
" Alhamdulillah, ternyata tas tersebut tetap dinyatakan asli," papar Effi.

Terkait dengan asal muasal bau jengkol tersebut, menurut Effi, pihak Hermès menjelaskan bahwa aroma kurang sedap itu muncul karena proses pewarnaan alami.
Pada daerah tropis seperti di Indonesia, pewarna yang melekat di kulit tas Hermes menguap hingga menyebabkan bau tak sedap.
" Perlu diketahui juga, setelah proses komplain tersebut, tas saya langsung diberikan dan dalam kondisi yang baru. Pada awalnya, pihak Hermes menjanjikan kedatangan tas baru di 6 bulan setelah komplain. Untungnya lagi, saya bisa dapat hanya dalam waktu 3 bulan menunggu," imbuh Effi.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya