5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi/Shutterstock
Dream – Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 resmi digelar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka acara tersebut secara virtual.
“ Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahiim, IIMS 2021 pada pagi hari resmi dibuka,” kata Jokowi dalam sambutannya secara virtual di Istana Negara, Jakarta, Kamis 15 April 2021.
Dengan diselenggarakannya pameran ini, Jokowi ingin Indonesia bisa menunjukkan sebagai tuan rumah yang baik acara-acara berskala internasional. Misalnya, untuk acara MotoGP di Mandalika dan acara-acara lainnya.

Sekadar informasi, IIMS 2021 digelar pada 15-25 April 2021 di Jakarta International Expo Kemayoran. Pameran ini menggunakan konsep hybrid, yaitu menggabungkan konsep online dan offline.
IIMS 2021 dihadiri sederet merek otomotif, baik roda dua maupun empat. Untuk segmen mobil, misalnya, Honda, Wuling, Mitsubishi, dan Toyota. Sementara itu, untuk roda dua, misalnya Honda, Vespa, Benelli, Royal Enfield, Vespa, dan Kawasaki.
Pameran ini juga akan menghadirkan sederet brand aftermarket. Sebut saja GS Astra, Otoshop, Mobil, Pirelli, dan Aspira.
Presiden Direktur Dyandra Promosiondo, Hendra Noor Saleh, mengatakan IIMS 2021 menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan menerapkan CHSE.
Di kesempatan ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong industri otomotif segera pulih setelah diterpa badai pandemi Covid-19.
Apalagi, sektor ini merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi yang harus diakselerasi.
“ Di sini banyak keterlibatan pelaku usaha dalam negeri dari hulu ke hilir, dan industri UMKM,” kata Jokowi.
Dia juga mendorong ada peningkatan nilai tambah di industri otomotif serta peningkatan penyerapan tenaga kerja. Sektor ini juga diharapkan bisa mengembangkan teknologi hijau ke depan, seperti penggunaan biodiesel B-30 dan pengembangan industri kendaraan listrik.
“ Pemerintah berharap kapasitas produksi bisa ditingkatkan dengan kandungan lokal yang semakin tinggi. Tak hanya mengurus pasar dalam negeri, tetapi juga bergerak untuk ekspor,” kata dia.
Jokowi juga menyebut pemerintah memberikan kebijakan relaksasi pajak untuk menggairahan sektor otomotif. Dikatakan bahwa kebijakan diskon PPnBM membuat industri otomotif kembali bergairah. Hal ini terlihat dari penjualan otomotif yang naik di atas 100 persen.
“ Artinya, industri otomotif sudah bangkit kembali,” kata dia.
Jokowi juga mengharapkan agar kapasitas produksi dalam negeri bisa ditingkatkan agar bisa memenuhi permintaan dalam negeri yang meningkat.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?