Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ramyun (Foto: Shutterstock)
Dream - Bekerja dari rumah adalah salah satu cara terpenting untuk membantu mengurangi penularan mengendalikan pandemi Covid-19. Saat bekerja, memang paling nikmat sambil makan camilan atau menyeruput minuman manis.
Apalagi saat di rumah, kita bisa bebas untuk makan kapan pun karena tidak ada aturan seperti di kantor. Faktor stres karena isolasi juga bisa memicu makan yang berlebihan.
Dilansir dari Health.com, berikut adalah lima trik yang bisa Sahabat Dream lakukan agar tak makan berlebihan saat bekerja dari rumah. Layak dicoba.
1. Buat jadwal makan
Selain mencegah makan berlebihan dan semaunya, mengatur rutinitas yang konsisten akan membantu mengatur kadar gula darah dan insulin, hormon lapar, kesehatan pencernaan, kondisi psikis, bahkan siklus tidur.
Cobalah untuk makan sarapan sekitar satu jam setelah bangun. Usahakan untuk makan tiga kali sehari, atau tiga kali makan dan satu makanan ringan, dengan interval sekitar empat hingga lima jam sekali.
Misalnya, sarapan pukul 8 pagi, makan siang pukul 12 siang, makan camilan pukul 4 sore, dan makan malam pukul 8 malam. atau makan pagi jam 9, makan siang jam 1 siang, dan makan malam pukul 6 sore.
Jangan sampai lebih dari 5 jam berlalu tanpa asupan makan. Aturlah alarm agar terbiasa dengan rutinitas ini. Tanpa jadwal, orang cenderung untuk makan semaunya, atau makan dengan jeda yang terlalu lama — sehingga kemudian makan berlebihan.
Daripada mengambil makanan secara asal, pikirkan zat yang ada terdapat pada makanan. Dalam setiap sarapan, makan siang, dan makan malam, pastikan terdapat protein dan makanan yang mengandung lemak baik di dalamnya.

Makanan tersebut akan memasok nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Untuk energi, masukkan sedikit karbohidrat sehat sebagai tambahan. Misalnya, smoothies yang dibuat dengan sayuran hijau, bubuk protein nabati, beberapa sendok makan selai kacang untuk lemak baik, dan secangkir buah beku untuk karbohidrat sehat.
Contoh lain, secangkir sayuran segar atau beku ditumis dengan buncis atau telur untuk protein, minyak zaitun extra virgin untuk lemak baik, dan sedikit beras merah atau kentang untuk karbohidrat sehat.
Hal tersebut memiliki tujuan agar dalam setiap makanan terdapat asupan makro dan gizi mikro yang lebih baik, dan pola makan yang seimbang dapat mencegah kenaikan berat badan secara drastis.
Taruh botol besar berisi air putih atau infused water di dekat laptop. Pastikan setelah bekerja, air di dalamnya habis. Hindari minuman gula atau produk yang dibuat dengan pemanis buatan.

Gula yang berlebihan dapat melemahkan kekebalan tubuh, dan pemanis buatan terbukti mengurangi nafsu makan dan merusak gigi. Ingat, saat ini sangat penting menjaga imunitas, jangan sampai sakit
Selama banyak tekanan, mungkin sulit untuk membedakan apakah tubuh benar-benar lapar yang membutuhkan makanan, atau karena hanya karena pikiran dan emosional semata saja. Salah satu taktik yang membantu adalah melihat ciri-ciri yang ada pada tubuh.

Kelaparan fisik memiliki gejala fisik, seperti perut yang sedikit keram. Jika sudah makan dengan seimbang dan mengenyangkan, namun masih merasa lapar, mungkin kecemasan atau kesepian menjadi pemicunya.
Kalau sudah bisa membedakan, atasi emosi dengan cara yang tidak melibatkan makan. Lalu, fokuslah saat makan, jangan sambil melakukan hal lain seperti menonton TV, bermain komputer, membaca, menelepon, atau hal lain.
Tentunya selama di rumah, kamu ingin menikmati camilan. Pastikan saja porsinya tak berlebihan. Misalnya, jika kamu ingin memakan kue setelah makan siang, kurangi porsi karbohidrat dalam makanan utama untuk memberi ruang bagi karbohidrat yang ada di dalam kue. Keseimbangan pola makan adalah salah satu kunci untuk kesehatan fisik dan psikis, selama karantina ini berlangsung.
Laporan Raissa Anjanique
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya