6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Berapa Harga Mobil Putih Di Atas? (Foto:3Dprint.com)
Dream - Seorang desainer senior dari perusahaan produsen mobil Italia — X Electric Vehicle — Guo Xiaozheng, mendesain mobil listrik dengan cara cukup unik. Guo membuat mobil listrik dengan teknik cetak 3D.
Dilansir dari South China Morning Post , purwarupa mobil listrik yang disebut LSEV dan akan mejeng di pameran otomotif China Auto 2018 di Beijing
“ China adalah pasar terbesar untuk mobil kami,” kata dia.
Mobil 3D buatan Guo ini memiliki dua tempat duduk dengan berat hanya 450 kilogram, separuh dari berat mobil konvensional. Bahannya mengunakan poliamida atau yang beken yang disebut nilon.
Untuk merealisasikan ide ini, XEV menggandeng pengembang materi baru yang berbasis di Shanghai, Polymaker, untuk membuat mobil lebih fleksibel dan lebih stabil.
Harganya jangan ditanya. Satu unit mobil listrik bernama LSEV ini dibanderol dengan harga 60 ribu yuan (Rp130,65 juta). Jika baterai lengkap, tunggangan ini bisa melaju 75 km per jam dan bisa menempuh jarak 150 km.
Perusahaan ini merupakan merk LSEV yang merupakan mobil listrik pertama di dunia yang dilengkapi dengan teknik 3D dan telah menerima 7 ribu pesanan mobil.
Dengan teknik ini, mereka mencetak semua komponen mobil, kecuali jendela, ban, dan contoh mobil.
Guo menjelaskan, Cina dipilih karena pemerintah akan memperkenalkan peraturan baru tentang mobil listikperseptan rendah pada semester dua tahun ini.
" Kami bisnis dan bisnis. Biaya bisa jadi jika produksinya meningkat sampai 2024, ”kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
