Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aurel Dan Azriel (Foto: Instagram Azriel)
Dream - Ramai diperbincangkan di media sosial unggahan Krisdayanti, Aurel, Azriel dan Raul Lemos. Hubungan mereka tampaknya mengalami pasang surut. Terutama antara Aurel, Azriel dan Krisdayanti (KD).
KD dan dua anaknya memang tak tinggal bersama. Setelah KD bercerai dengan Anang, Aurel dan Azriel tinggal bersama sang ayah dan diurus oleh Ashanty, ibu tirinya. Beberapa waktu lalu ada kesalahpahaman antara ibu dan anak ini, sampai membuat Aurel dan Azriel sangat sedih.
Bahkan kabarnya Aurel sampai harus konsultasi dengan psikolog. Perceraian kedua orangtuanya memang sudah lewat belasan tahun lalu, tapi tampaknya hubungan Aurel dan Azriel dengan KD saat ini masih belum baik.
Mellissa Grace, psikolog profesional, mengungkap fakta soal perceraian orangtua pada anak. Menurut lulusan Universitas Indonesia ini, bukan perceraian yang menyakiti anak, tapi pertikaian yang terus-menerus.

" Bukan perceraian yang menyakiti anak tetap kenyataan bahwa anak harus berada dalam situasi keluarga yang disfungsi atau terlibat dalam pertikaian terus-menerus bahkan setelah perceraian," tulis Mellisa di akun Instagramnya.
© Aurel dan Azriel (Foto: Instagram Azriel)
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga anak-anak dan kesehatan mentalnya. Tak hanya itu, dikutip dari Halodoc, perceraian orangtua berdampak besar pada kondisi psikologis anak.
Salah satunya anak kerap merasa bersalah. Terutama jika perceraian terjadi saat anak di bawah usia 12 tahun. Pikiran anak-anak memang kerap kali belum matang, sehingga saat orangtua memutuskan untuk bercerai mereka akan merasa bahwa hal ini terjadi karenanya.
Anak bisa jadi merasa sangat bersalah, apalagi jika anak masih berusia di bawah 12 tahun. Anak tergolong sangat rapuh dalam menghadapi hal ini dan merasa jika dunia mereka menjadi berantakan setelah kedua orangtua bercerai.
Untuk itu sangat dibutuhkan kebijaksanaan orangtua dari kedua belah pihak. Hal ini demi menjaga kesehatan mental anak pasca perceraian tetap baik.
© Dream
Dream - Saat memutuskan untuk menikah dan berkeluarga, tak ada pasangan yang ingin bercerai. Sayangnya, keadaan seringkali memaksa. Keputusan bercerai diambil dan semua rencana masa depan berubah total.
Termasuk soal kehidupan anak-anak. Bercerai saja sudah sangat menyakiti anak. Jangan sampai memperburuk keadaan dengan melakukan kesalahan-kesalahan ini.
1. Membiarkan emosi mengendalikan diri
Sesulit apa pun keadaannya, meluapkan kemarahan, dan emosi negatif lainnya adalah hal yang harus dihindari terutama di depan anak. Bersikap impulsif penuh emosi karena dengki dengan menolak kunjungan, melemparkan barang-barang pasangan atau dengan sengaja mencegah anak-anak terikat dengan pasangan baru mantan akan berefek buruk.
Anak bisa menjadi trauma. Bisa saja mereka menyalahkan dirinya sendiri dan memicu depresi.
© Dream
Mencurahkan perasaan di media sosial bukanlah hal yang baik, terutama saat proses perceraiaan. Mengirim kata-kata yang buruk dan menjatuhkan pasangan bisa menjadi bumerang. Tentunya hal itu bisa berdampak negatif bagi diri sendiri dan anak-anak. Mereka bisa saja malu karena 'curhatan' orangtuanya yang bisa dibaca banyak orang.
© Dream
Jika ingin membawa anak-anak pergi tentu saja harus mendapat izin dari pasangan karena biar bagaimana pun pasangan tetap memiliki hak terhadap anak-anak. Jangan meminta izin pada pasangan pada menit-menit terakhir. Bisa memperkeruh keadaan dan menempatkan anak di posisi yang sangat dilematis.
Laporan Ava Haprin/ Todays Parent
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya