Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Bekerja (Foto: Shutterstock)
Dream - Para ibu yang bekerja kerap dipandang sebelah mata dalam urusan mengurus dan mendidik anak-anaknya. Terutama jika dibandingkan dengan ibu yang secara penuh berada di rumah mengurus anak-anak.
Banyak juga yang beranggapan kalau ibu bekerja tak akan bisa mengurus anak dengan baik atau tak bertanggung jawab. Dikutip dari Bincang Muslimah, untuk para perempuan karir atau pun orangtua karir yang memiliki keterbatasan waktu dekat dengan anak-anaknya bisa memanfaatkan waktu longgarnya untuk berkomunikasi dekat kepada anak-anaknya.
Yaitu dengan cara menggunakan metode keteladanan (Uswah Hasanah). Maksudnya adalah mendidik anak dengan cara memberi teladan yang baik melalui perilaku yang ingin anak untuk memilikinya.
© Dream
Contohnya saja ketika ibu bekerja hingga sore hari, dan rumah tampak berantakan. Usahakan jangan langsung marah dan menegur anak. Wajar memang ketika pulang bekerja keadaan masih lelah dan kondisi rumah sangat tak nyaman.
Langkah yang bisa dilakukan adalah tenangkan pikiran, istigfar, bersihkan diri. Baru kemudian ajak anak untuk berkomunikasi dengan baik, buat anak bercerita dengan nyaman. Jangan langsung memarahi atau mengeluh dengan kondisi rumah.
© Dream
Bila kita kembali kepada sejarah, ternyata metode keteladanan ini bukanlah suatu hal yang baru, bahwa cikal bakal keteladanan sudah diterapkan pada masa Rasulullah SAW. dalam hidupnya Rasulullah selalu memberikan contoh yang baik kepada para sahabatnya, istrinya, anaknya, cucunya melalui keteladanan, baik ucapan atau perbuatan beliau.
Jadi dalam mendidik anak yang mempunyai keterbatasan waktu, tidak perlu panjang lebar memberikan pengertian teori-teori atau lainnya kepada anaknya, cukup memberikan contoh perilaku yang teladan. Maka anak akan menganggap bahwa ibunya mampu menjadi panutan baiknya, serta percaya bahwa diluar rumah ibunya juga kan bersikap seperti itu pada siapapun.
© Dream
Walau waktu ibu bersama anak terbatas karena faktor pekerjaan, tidak akan menjadi kendala buruk dalam mendidik anak, jika ibu atau orangtua tetap menerapkan sikap keteladanan sepanjang momen bersama anak.
Mengutip perkataan Ali Qaimi penulis buku yang berjudul " Anak Bermasalah" , diharapkan bahwa setiap pendidik diharapkan mampu menjadi teladan, hendaklah memelihara tingkah lakunya, disertai dengan kesadaran bahwa ia bertanggung jawab dihadapan Allah dalam segala hal yang diikuti oleh orang lain.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya