Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Wisata Malam Di Tokyo (Shutterstock.com)
Dream - Tokyo, kota terhits di Jepang masih jadi destinasi favorit traveler. Tapi tingginya biaya hidup di sana, membuat tak sedikit pelancong berpikir dua kali.
Namun kini, traveler bisa mendapatkan kesenangan berwisata mengunjungi tempat-tempat memukau di Tokyo, tanpa takut bikin 'kantung jebol'.
Yup, kamu bisa menggunakan alat transportasi kereta bawah tanah, Tokyo Metro. Murah dan tepat waktu. Kereta ini akan membawa kamu menjelajahi tempat-tempat hits di Tokyo, seperti Ginza, Shibuya, Harajuku, Shinjuku, Asakusa, Ueno dan lainnya.

" Dengan kereta ini wisatawan asing bisa mengunjungi tempat-tempat hits di Jepang, yang sedang diperbicangkan. Kami menamakannya TokyoGenicTravel," ujar Demand Creation & Marketing Departement Tokyo Metro, Yuuta Muroyama di Jakarta, Jumat 9 Maret 2018.
Keuntungan lain yang bisa didapatkan wisatawan menggunakan Tokyo Metro adalah rentang waktu kedatangan kereta yang singkat dan tepat waktu. Tiket kereta dapat digunakan untuk 24 jam, 48 jam dan 72 jam.

Harga tiket 24 jam dipatok 800 Yen (Rp100 ribu), tiket 48 jam seharga 1.200 Yen (Rp155 ribu), dan tiket 72 jam dibanderol 1.500 Yen (Rp190 ribu).
Kamu dapat membeli tiket di Tokyo Metro Pass Office, Tokyo Metro Tourist Information Desk, bandara, hotel, dan lainnya.

Menurut Muroyama, wisatawan yang mengunjungi Jepang setiap tahunnya terus bertambah. Pada 2017, kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang meningkat 30 persen sekitar 350.000 orang.

Dalam 10 tahun terakhir, tingkat kenaikannya sekitar lima kali lipat, dan diperkirakan pada 2018 ke atas akan terus meningkat.
" Wisatawan yang mengunjungi Jepang terus bertambah, tetapi Indonesia memiliki potensi yang lebih besar lagi," kata Muroyama.
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha