6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Panggang Roti Di Sumber Mata Air Panas/ Sumber: Kyana Sue Powers
Dream - Setiap negara mempunyai makanan khas yang otentik. Keunikan bahan atau cara memasaknya kerap membuat penasaran dan jadi daya tarik.
Seperti metode memasak di salah satu daerah di Islandia, Laugarvatn. Di daerah tersebut warga setempat biasanya memanggang roti dalam tanah.
Lewat Youtube channel Kyana Sue Powers , diperlihatkan proses pembuatan roti yang sangat otentik tersebut.

Rupanya, memanggang roti di dalam tanah merupakan sebuah tradisi yang sudah dilakukan masyarakat Islandia sejak beberapa abad yang lalu. Tanpa menggunakan oven, roti dipanggang dengan memanfaatkan sumber mata air panas yang muncul di area sekitar.
Masyarakat kota Laugarvatn menemukan mata air panas baru setiap harinya. Danau yang ada di kota tersebut memiliki mata air panas yang panasnya bisa mencapai 100° celcius.
Untuk memanfaatkannya, masyarakat kota Laugarvatn membuat berbagai hidangan, salah satunya roti gandum hitam. Adapun cara memanggang roti tersebut yaitu dengan memasukan adonan ke dalam panci dengan tutup, dengan ukuran yang cukup besar.

Kemudian adonan dibungkus menggunakan bungkus plastik untuk melindunginya. Setelah itu, panci yang sudah ditutup dikubur ke dalam tanah dan dibiarkan selama 24 jam. Berkat air yang mendidih di bawahnya, roti akan matang dengan sempurna.
Tidak hanya roti, proses yang dinamakan ‘geothermal bakery’ ini juga dimanfaatkan untuk merebus telur dengan air mendidih yang dihasilkan sumber mata air. Makanan seperti hidangan berkuah dan kue lainnya juga sering dibuat oleh masyarakat setempat.

Dream - Roti merupakan santapan praktis yang bisa dimakan kapan pun. Bukan hanya untuk sarapan, tapi juga mengganjal perut saat siang atau pun malam. Sahabat Dream mungkin sering menyetok roti di rumah, tapi seringkali tak tahan lama.
Dalam hitungan hari, roti sudah ditumbuhi jamur, biasanya berwarna hitam. Dalam kondisi tersebut, sebaiknya roti tak dikonsumsi karena bisa berbahaya bagi kesehatan. Lalu bagaimana caranya agar roti tahan lama dan tak mudah berjamur?

“ Jika berencana untuk memakan roti dengan cepat, dapat menyimpannya di meja dapur. Tetapi jika ingin memakannya nanti, dapur hangat dan lembap, dan terutama jika roti buatan sendiri, sebaiknya didinginkan untuk mencegah pertumbuhan jamur," kata Margarethe A. Cooper, PhD, asisten profesor Food Safety Education di University of Arizona, Amerika Serikat.
Seorang ahli gizi dan profesor di New York University, Lisa Young, menjelaskan bahwa suhu dingin di lemari es menyebabkan pati yang ada di roti mengkristal dan mengering. Efeknya, roti akan memproduksi rasa dan tekstur yang kering.

Untuk mencegahnya, coba masukkan roti ke dalam plastik sebelum memasukkannya ke lemari es. Hal ini memperlambat proses roti berjamur. Membekukan roti adalah opsi lain untuk mencegah terjadinya basi dan munculnya mikroba pembusuk.
" Ketika mengeluarkan roti dari freezer, roti akan lebih cepat basi dibandingkan jika memasukkan roti ke dalam lemari es," kata Cooper.
Satu hal yang juga sangat penting demi keamanan pangan adalah, jika terdapat kerusakan pada roti seperti jamur berupa bintik-bintik hijau atau hitam, segara buang roti tersebut. Meskipun jamur hanya muncul di beberapa helai saja, penting untung membuang keseluruhan roti di kemasan karena khawatir akan menghasilkan racun berbahaya. Tekstur yang lengket dan berbau tak sedap merupakan tanda lain bahwa roti sudah tidak layak dimakan.
Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Martha Stewart
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
