Efektifkah Menahan Napas Saat Berdekatan dengan Orang Lain untuk Cegah Covid-19?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 3 Juni 2020 11:33
Efektifkah Menahan Napas Saat Berdekatan dengan Orang Lain untuk Cegah Covid-19?
Oleh karena itu, menahan napas hanya karena berdekatan dengan seseorang sebentar mungkin tidak diperlukan.

Dream - Jumlah pasien terpapar Covid-19 yag masih tinggi setiap harinya membuat banyak orang mencari berbagai cara untuk menjaga diri agar tidak tertular virus corona. Apalagi para ilmuwan dan ahli medis memperkirakan obat maupun vaksin Covid-19 kemungkinan masih bisa diperoleh dalam 12 hingga 18 bulan lagi.

Tak mengherankan jika banyak orang mencari jawaban berkaitan pertanyaan seputar keamaan diri dari paparan virus tersebut. Salah satu yang jadi pertanyaan adalah perlukah kita menahan napas ketika berdekatan dengan orang lain untuk mencegah penularan virus?

Pertanyaan semacam itu kian muncul dari orang-orang yang harus beraktivitas di luar rumah atau pergi ke rumah sakit untuk berbagai alasan darurat.

Kebanyakan orang secara insting mungkin akan menahan nafas mereka ketika berdekatan dengan orang lain demi menjaga dirinya jauh dari patogen berbahaya.

Namun, hal pertama yang disarankan ketika berada di ruang publik dengan banyaknya orang di sekitar kita yaitu menggunakan masker kesehatan atau masker kain serta mempraktikan physical distancing.

Para ahli kesehatan meyakini, jika seseorang yang berjalan mendekati kita dalam waktu sebentar cenderung tidak akan menularkan virus. Kecuali jika mereka batuk dan bersin tepat diwajah hingga kita terkena tetesan liur (droplet).

Menahan napas hanya karena berdekatan dengan seseorang sebentar mungkin tidak diperlukan. Itulah alasan mengapa dianjurkannya melakukan jaga jarak setidaknya 2 meter.

Selain itu, sangat penting untuk tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti menggunakan masker, tidak menyentuh wajah di tempat umum, mencuci tangan dengan air dan sabun sesering mungkin.

(Sah, Sumber: timesofindia.indiatimes.com)

1 dari 4 halaman

Masker Efektif Cegah Corona? Eksperimen Viral Ini Punya Jawaban Mengejutkan

Dream - Di tengah pandemi Covid-19, beberapa negara memberlakukan pembatasan sosial dan fisik untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Salah satu aturan dalam pembatasan sosial dan fisik tersebut adalah kewajiban untuk memakai masker. Penggunaan masker dipercaya bisa meminimalkan penyebaran virus corona.

Lantas seberapa efektif penggunaan masker ini bisa meminimalkan penyebaran Covid-19 yang sampai saat sekarang belum ada obatnya ini?

2 dari 4 halaman

Eksperimen Visual dengan Cawan Petri

Seorang pengguna Facebook bernama Katie Corley membuat eksperimen kecil yang kemudian menjadi viral di dunia maya.

Eksperimen tersebut dibuat untuk menggambarkan keefektifan masker dalam memperkecil kemungkinan virus corona untuk menyebar.

Dalam postingan di Facebook, Corley membuat eksperimen visual menggunakan dua cawan petri. Dia kemudian batuk di atas kedua cawan petri tersebut dengan memakai dan tidak memakai masker.

3 dari 4 halaman

Seperti yang terlihat dalam postingan, tampak perbedaan yang cukup signifikan antara cawan petri yang dibatuki saat menggunakan masker dengan yang tidak.

 Eksperimen efek memakai dan tidak memakai masker.© Facebook Katie Corley

Pada cawan petri yang dibatuki dengan memakai masker terlihat bersih. Sementara cawan petri yang dibatuki tanpa masker, pertumbuhan bakterinya hampir menutupi seluruh permukaan wadah.

Namun, seperti yang dikatakan oleh Corley bahwa masker kain memang tidak memberikan perlindungan maksimal. Tapi setidaknya masker kain bisa melindungi orang-orang di sekitar kita.

4 dari 4 halaman

Begini Hasil Eksperimennya

Postingan Corley di Facebook ini mendapat respons positif netizen. Mereka kini semakin yakin bahwa masker kain bisa meminimalkan penyebaran virus corona.

Namun tidak sedikit netizen yang mencemooh eksperimen tersebut. Menurut mereka, masker tidak akan bisa membendung virus corona.

Mereka mengatakan ukuran virus jauh lebih kecil daripada bakteri sehingga masih bisa menembus lapisan masker kain.

" Bakteri sangat besar dibandingkan dengan virus. Saya meminta tes ulang menggunakan metodologi yang lebih baik," ujar seorang netizen.

Bagaimana menurut pendapat Sahabat Dream?

Sumber: Facebook Katie Corley

Beri Komentar