Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ibu Menyusui
Dream – Salah satu kodrat perempuan adalah menyusui dan tak bisa digantikan oleh pria. Mulai dari mengandung lalu menyusui hingga anak berusia 2 tahun. Tak ada susu semahal apapun yang bisa menandingi nutrisi air susu ibu (ASI).
Untuk itulah bayi dianjurkan segera mendapat ASI segera setelah lahir demi mendapat nutrisi optimal bagi tumbuh kembangnya. Pemberian ASI juga berdampak sangat besar untuk membangun kedekatan ibu dan anaknya. Banyak sekali dampak positif pemberian ASI baik bagi fisik, psikologis maupun perkembangan otak anak.
Tak hanya bagi anak, menyusu juga berdampak besar bagi ibu. Dalam Islam, ibu yang menyusui memiliki keistimewaan. Hal ini disampaikan dalam sebuah hadist. Hadits ini mendeskripsikan teladan Nabi Saw ibu susuan.

" Dari Abu Thufail ra, berkata: (Suatu saat) saya melihat Nabi SAW sedang membagikan daging di daerah Jiranah, kemudian ada seorang perempuan datang dan mendekat, dan Nabi SAW pun bergegas menggelar selendangnya di tanah (mempersilahkannya duduk). Perempuan itu kemudian duduk di atas selendang tersebut. Saya bertanya: “ Siapa perempuan itu?, orang-orang menjawab: “ Itu ibu (susuan) yang menyusui Nabi" . (Sunan Abu Dawud, dalam Sunan-nya no. Hadis: 5146)”.
© Dream
Faqihuddin Abdul Kodir di dalam bukunya berjudul 60 Hadis Shahih menjelaskan jika hadis ini mengisahkan penghormatan Rasulullah kepada ibu susuan beliau yaitu Halimah as-Sa’diyah RA
Bentuk penghormatan yang Nabi Muhammad SAW berikan adalah menggelar selendang yang biasa digunakan bagi orang Arab saat kedatangan tamu kehormatan pada Halimah.
Nabi melakukannya di mana kaum laki-laki Arab jarang memandang atau memberikan penghormatan kepada perempuan. Di sisi lain, Faqihuddin berpendapat jika apa yang dilakukan oleh Rasul merupakan apresiasi pada kegiatan domestik dan reproduktif seperti menyusui.
Tak mudah menyusui bayi selama dua tahun. Untuk itu dalam Islam, ibu yang menyusui punya posisi yang begitu istimewa. Penjelasan selengkapnya baca di sini.
© Dream
Dream - Bukan hanya sekadar panggilan, dalam Islam nama adalah doa. Tak heran banyak orangtua meminta nama dari para Ulama dan Kyai yang dihormati untuk anak-anak mereka.
Harapannya, nama tersebut membawa keberkahan di dunia, terutama di akhirat. Selain nama asli anak yang penuh doa kebaikan, orangtua juga harus memperhatikan nama panggilan anak sehari-hari.
Jangan sampai memberi nama atau julukan buruk pada anak. Dikutip dari DalamIslam.com, Islam menjelaskan bagaimana baiknya adab memanggil panggilan yang baik. Perhatika hal-hal berikut ini.
Sunnah memberi nama yang bagus untuk anak
Nama merupakan sebutan atau panggilan yang diberikan seseorang untuk memanggil. Kalau nama anak baik, tentu panggilannya akan baik. Jadi, orangtua wajib memberikan nama yang baik pada anak. Saking pentingnya memberi panggilan yang baik, hal ini pun menjadi disunnahkan. Rasulullah SAW bersabda:
“ Sesungguhnya kalian di panggil pada hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian. Maka perindahlah nama-nama kalian.” (Riwayat Abu Dawud)
© Dream
Banyak orang yang dengan entengnya memberikan julukan buruk kepada seseorang. Misal, karena anak ada anak yang memiliki tompel, ia pun dipanggil dengan sebutan ‘si tompel’ atau 'si gendut' dan berbagai julukan buruk lainnya.
Imam An-Nabawi menyebutkan bahwa para ulama sepakat bahwa dilarang untuk memberikan julukan yang buruk kepada seseorang.
“ Dan janganlah kalian panggil memanggil dengan gelar-gelar buruk.” (QS. Al-Hujurat[49]: 11)
© Dream
Panggilan baik yang diberikan orangtua pada anak membuktikan betapa besar kasih sayang orangtua. Hal itu juga memberikan dampak positif lainnya yakni membentuk rasa percaya diri anak sekaligus menambah semangat hidupnya.
Jangan sesekali memanggil anak dengan panggilan jelek, meskipun ketika tengah berada dalam kondisi emosi yang tidak baik. Menurut psikolog, ketika anak mendapat panggilan buruk, hal itu akan terekam jelas pada memorinya. Islam pun mengajarkan untuk selalu memberi panggilan yang baik pada buah hati kesayangan.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya