Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Keluarga Tasya Dan Randi
Dream - Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan keluhan viral aktris Angela Gilsha soal tangisan bayi di pesawat. Wanita cantik itu langsung menjadi bahan gunjingan warganet.
Angela meluapkan emosinya di pesawat karena terganggu oleh bayi yang rewel. Hal tersebut ternyata membuat gelisah Tasya Kamila ketika membawa terbang putra kecilnya naik pesawat.
Penyanyi cilik itu baru saja melahirkan anak pertamanya pada 13 Mei 2019. Baru dua bulan, ia terpaksa harus membawa Arrasya Wardhana Bachtiar untuk menyusul sang suami yang berdinas di Malaysia.
" Khawatir banget di pesawat takut dia nangis dan dijulidin penumpang. Sebagai penumpang aku juga ngerti kok, bakal terganggu kalau ada bayi nangis di pesawat," ungkap Tasya di konferensi pers Suntory Mizuiku, Senin 22 Juli 2019.
© Dream
Beruntung buah hatinya terbilang cukup kooperatif ketika dibawa mengudara. Meski hal itu cukup membuat pelantun 'Anak Gembala' berkeringat dingin sepanjang perjalanan.
Terlebih ketika bayi mungil itu mendadak buang air ketika pesawat mengalami turbulensi.
" Pas buang air aku panik dan saat itu lagu turbulence parah. Aku ganti popok dalam keadaan itu udah kayak mau loncat. Kadang dia rewel kalau ganti popok tapi untung waktu itu dia kayak gak mau repotin ibunya," ujarnya.
© Dream
Menghindari terjadinya hal buruk di pesawat, sebelumnya Tasya sudah mengantisipasi berbagai masalah. Menurutnya, bayi berusia dua bulan tidak sulit untuk dibawa naik pesawat. Namun pastikan bayi dalam kondisi sehat dan telah berkonsultasi dengan dokter.
" Enaknya kalau baby masih 2 bulan dia gak gampang rewel karena bisa disusui, yang penting disusui pas takeoff sama landing supaya bayi tenang," tutur istri Randi Bachtiar ini.
© Dream
Dream - Ada banyak penyebab bayi tiba-tiba menangis. Kadang tangisan bayi yang tiba-tiba, membuat orangtua bingung, dan kesulitan untuk menenangkannya.
Bisa saja bayi menangis karena lapar, haus, mengompol, merasa sakit atau penyebab lainnya. Sebelum menenangkan bayi yang menangis, cek terlebih dahulu kondisi bayi. Pasalnya, banyak kemungkinan yang menyebabkan bayi menangis.
Kalau sudah dicek, namun bayi masih terus saja menangis, apa yang harus dilakukan?
Setiap orangtua pasti memiliki cara yang berbeda untuk menenangkan bayi mereka.
Ada yang mengajaknya bercerita dan ada juga yang langsung memberi bayi mereka susu. Berikut Dream rangkumkan 5 tips menenangkan bayi yang menangis.
Memberi Sentuhan
Kunci menenangkan bayi yang menangis adalah dengan membuat bayi merasa rileks dan tenang. Salah satu cara memberi ketenangan pada bayi bisa dengan menyentuhnya. Memberi sentuhan pada bayi yang menangis bisa merangsang reseptor yang membuat bayi merasa tenang dan aman.
Cara memberi sentuhan untuk menenangkan bayi sangat mudah, seperti:
- Memijat bayi dengan lembut. Memijat tidak harus dengan menelanjangi bayi dan menyentuh kulitnya. Pijatan bisa dilakukan pada bayi yang memakai baju atau selimut.
- Menggendong bayi jadi cara menenangkan bayi yang ampuh, karena seluruh tubuh bayi akan tersentuh, dan membuat bayi merasa aman.
- Mengelus pipi dengan punggung tangan.
- Menggaruk punggung bayi.
© Dream
Tips menenangkan bayi yang menangis selanjutnya adalah menggerakkan tubuh bayi atau menggoyang-goyangkan tubuh bayi secara berirama. Untuk menangkan bayi dengan cara ini, orang tua bisa menggendong bayi dan menggoyangkan gendongannya ke kanan-kiri.
Selain dengan menggendong, orang tua juga bisa meletakkan bayi pada ayunan bayi dan menggerakkannya. Gerakan yang umum dilakukan untuk menenangkan bayi menangis adalah naik turun, sisi ke sisi, bolak-balik, atau mengombinasikan gerakan tersebut.
Gerakan ini merupakan gerakan vestibular yang bekerja pada sensor gerak di telinga bayi. Efek dari gerakan ini bisa membuat bayi merasa tenang dan terhipnotis.
© Dream
Mengisap mampu mengaktifkan reflex yang menenangkan, begitu pula pada bayi. Cara ini menjadi tips menenangkan bayi yang menangis selanjutnya.
Selain itu, kegiatan mengisap pada bayi juga bisa mengurangi tingkat stres pada bayi, menurunkan detak jantung yang berdebar kencang, dan menurunkan tekanan darah, serta menstimulasi bahan kimia dalam tubuh yang mampu menghilangkan rasa sakit alami dalam otak.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menenangkan anak dengan membiarkannya mengisap. Seperti memberikan ASI, yang tentunya alami dan mampu memberi ketenangan ganda pada bayi karena sentuhan langsung dari ibu.
Bisa juga dengan memberi dot, atau mainan khusus untuk mengisap. Pastikan dot atau mainan bayi bersih dan aman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya