Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Menjadi orangtua memang pengalaman seru. Ada saat gembira, bangga, haru, kecewa, marah, takut dan semua perasaan bercampur aduk. Saat menghadapi anak yang bersikap negatif, respons yang paling sering dilakukan orangtua adalah memberi hukuman.
Meneriaki atau memberi hukuman fisik tentu bukan pilihan bijak. Sebenarnya banyak cara untuk memberi tahu efek sebab akibat pada anak atas sikapnya. Hukuman pun sebaiknya
dilakukan dengan cara-cara yang pantas, agar anak bisa belajar dari kesalahannya.
Coba cara-cara ini untuk 'menghukum' anak. Bukan untuk meluapkan emosi orangtua. Tapi ingat, hukuman yang diberikan adalah untuk memberi pelajaran pada anak kalau tiap
tindakannya memiliki konsekuensi logis.
Buat mereka menyiapkan makan
Saat anak tak mau menghabiskan makanan atau selalu protes dengan makanan yang ada di rumah, beri 'hukuman' dengan bekerja di dapur. Kalau perlu ajak mereka ke pasar tradisional.
Minta anak untuk membersihkan sayuran, memotong bahan makan, hingga semua makanan tersaji di meja.
Lakukan hal ini selama satu minggu berturut-turut. Dengan cara ini anak akan
lebih menghargai orang-orang yang menyiapkan makanan untuknya dan tak pilih-pilih makanan.
Latihan
Jika anak memiliki masalah di sekolah entah pekerjaan rumah atau tugas, kurangi waktu mainnya. Buat sudut belajar di rumah dengan penataan yang nyaman dan minta anak untuk
mengerjakan tugas dan PR lebih lama di area tersebut.
Untuk lebih fokus, 'tahan' dulu mainan dan gadget dan jangan biarkan televisi menyala. Dampingi anak dengan duduk tak jauh darinya, sehingga jika ia bertanya Anda bisa langsung meresponsnya.
Lakukan pekerjaan rumah
Jika anak Anda meninggalkan kamarnya dalam keadaan berantakan, jangan membereskannya. Apalagi jika ia kebingungan mencari barang-barangnya sendiri. Biarkan anak merapikan
sendiri kamarnya dan mengatasi masalahnya. Begitu juga ia memberantaki rumah, pastikan anak membereskannya lagi. Jika tidak, jangan biarkan ia bermain.
Laporan Gemma Fitri Purbaya
Sumber: Momjunction
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya