Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kondisi tubuh anak yang kurus, cenderung membuat orangtua khawatir. Terutama pada anak balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Kita cenderung takut anak mengalami masalah kesehatan yang tak disadari dan membuat tubuhnya menjadi kurus.
Sebenarnya, kondisi kesehatan dan vitalitas tubuh anak tidak hanya dilihat hanya melalui kondisi tubuhnya saja. Perlu dilakukan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu membandingkan berat badan dengan tinggi badan anak yang dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat.

Dari hasil perhitungan tersebut bisa ketahui, apakah anak termasuk kurang berat badan atau tidak. Bisa juga memperhatikan grafik pertumbuhan sesuai jenis kelamin anak.
Jika masih berada di dalam grafik atau di atasnya, maka berat badan anak termasuk normal. Perlu jadi perhatian serius jika grafik pertumbuhan anak di bawah normal. Bisa jadi ia mengalami masalah kesehatan atau asupan gizi yang selama ini dikonsumsi tidak optimal.
© Dream
Tak hanya itu, saat mandi atau di kolam renang, perhatikan tampilan tulang rusuk. Dikutip dari Cleveland Clinic, tulang rusuk anak yang menonjol atau terlihat jelas bisa jadi tanda bahwa anak mengalami kekurangan berat badan.
Jika demikian, tak boleh disepelekan. Segera lah berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut. Banyak faktor yang membuat anak kekurangan berat badan.
Demi mendapat solusi yang tepat, perlu dilakukan pemeriksaan medis lebih dulu untuk mencari penyebabnya. Anak bisa terlalu kurus karena hormon, alergi, penyakit lambut atau mungkin kondisi psikologis. Untuk itu, berkonsultasilah secara intensif dengan dokter aau ahli gizi agar bisa mendapat penanganan yang tepat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya