Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Dream - Virus selalu bermutasi dan membentuk format baru. Virus Sar-CoV2 yang memicu penyakit Covid-19 juta telah bermutasi menjadi banyak varian dan telah diidentifikasi para ilmuwan. T
Dari beberapa varian virus Covid-19, ada beberapa yang menjadi perhatian banyak ahli kesehatannya karena daya tularnya yang diklaim sangat cepat. Beberapa varian virus tersebut terdeteksi hadir di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.
Dengan kemampuan infeksi yang meningkat. tTindakan perlindungan dengan menerapkan pola 3M -menjaga jarak sosial, memakai masker dan mencuci tangan- harus semakin disiplin dijalankan untuk menghadapi varian yang lebih menular ini.
Seperti apa lima varian baru virus ini?
- Kapan dan di mana ditemukan?
Penelitian pengurutan genetik menemukan varian ini di Brasil, utamanya Rio de Janeiro, pada awal July. Para peneliti di Jepang menemukannya di para pelancong dari Brasil bulan ini.
- Di mana varian P.1 menyebar saat ini?
Varian ini terkonfirmasi di Brasil, Peru, Jerman, Korea Selatan, dan Jepang, di antara sejumlah tempat lainnya. Pada Senin, pejabat kesehatan
Minnesota mengonfirmasi kasus pertama varian Brasil pada seorang penduduk yang memiliki riwayat bepergian ke Brasil baru-baru ini.
- Apa perbedaannya?
Varian ini memiliki puluhan perubahan, beberapa di antaranya ditemukan pada protein lonjakan virus, yang mengikat virus ke sel. Karena itu, para peneliti berpikir varian tersebut mungkin lebih menular. Ada juga beberapa bukti awal antibodi kemungkinan tidak mengenali varian P.1, yang dapat menyebabkan infeksi ulang.
- Apakah vaksin ampuh?
Tidak ada bukti kuat saat ini yang menunjukkan bahwa vaksin tidak akan ampuh melawan varian Brasil. Namun, para ilmuwan meningkatkan kemungkinan bahwa varian ini dapat menghindari antibodi, yang akan mempengaruhi keefektifan vaksin saat ini.
- Kapan dan di mana ditemukan?
Varian ini pertama kali ditemukan di Inggris, khususnya di London dan dekat Kent, pada September 2020. Kadang-kadang disebut varian " Kent" . Varian ini menyebar dengan cepat di Inggris, Denmark, dan Irlandia sejak Desember.
- Menyebar ke mana?
Puluhan negara termasuk AS menemukan infeksi virus varian ini. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) merilis model prakiraan pada awal Januari yang mengindikasikan varian ini bisa menjadi varian dominan di AS pada Maret.
- Apa perbedaannya?
Varian Inggris tampak lebih menular daripada varian yang biasa. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson juga mengatakan varian ini mungkin lebih mematikan dari mutasi sebelumnya.
- Apakah vaksin ampuh?
Konsensus ilmiah menyebut vaksin akan tetap efektif melawan mutasi ini karena inokulasi tersebut memicu serangkaian antibodi penetral dan respons sistem kekebalan lainnya. Perusahaan bioteknologi Pfizer dan Moderna mengatakan vaksin mereka tampaknya bekerja melawan varian ini.
- Kapan dan di mana ditemukan?
Mutasi ini, yang dikenal sebagai B1.351, ditemukan di Afrika Selatan pada awal Oktober dan diumumkan pada Desember, ketika menteri kesehatan negara tersebut mengatakan varian ini tampak lebih banyak menginfeksi anak muda dibandingkan varian sebelumnya. Varian ini mungkin menyumbang lonjakan kasus infeksi dan angka rawat inap di seluruh Afrika Selatan.
- Menyebar di mana saja?
Mutasi ini diidentifikasi di puluhan negara, di antaranya Kanada, Australia, dan Israel.
- Apa perbedaannya?
Mutasi ini memiliki beberapa kesamaan dengan varian Inggris, dan seperti varian itu, tampaknya varian ini lebih mudah ditularkan. Namun tak ada bukti varian ini lebih mematikan. Mantan Direktur Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), Scott Gottlieb menyatakan varian ini mungkin lebih resisten terhadap terapi antibodi.
- Apakah vaksin ampuh?
Pakar penyakit menular ternama AS, Dr Anthony Fauci mengatakan vaksin mungkin memiliki dampak yang berkurang terhadap varian ini, tetapi mungkin masih akan efektif. Moderna mengatakan vaksinnya ampuh melawan varian Afrika Selatan, dengan peringatan penting: Antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin juga kurang efektif dalam menetralkan mutasi ini saat diteliti di laboratorium.
Profesor mikrobiologi klinis Universitas Cambridge, Ravindra Gupta menemukan dalam sebuah penelitian terhadap orang dewasa yang lebih tua bahwa respons imun yang dipicu oleh vaksin Pfizer kurang efektif terhadap varian Inggris. Fauci mengatakan, vaksin juga mungkin kurang efektif melawan varian Afrika Selatan.
- Kapan dan di mana ditemukan?
Varian ini terdeteksi di Denmark pada Maret.
- Telah menyebar ke mana?
Mutasi ini menyebar di California Utara dan dihubungkan dengan wabah di panti jompo, lapas, dan sebuah rumah sakit di wilayah San Jose. Varian ini juga terkonfirmasi di California Selatan dan belasan negara bagian.
- Apa perbedaannya?
Belum jelas apakah varian ini lebih menular atau mematikan daripada mutasi virus yang dominan.
- Apakah vaksin bakal efektif?
Beberapa ilmuwan berpendapat varian ini mungkin lebih resisten terhadap vaksin karena mutasinya ada pada protein lonjakan, yang memungkinkan virus menempel pada sel. Tetapi para ilmuwan juga mengatakan diperlukan lebih banyak penelitian sebelum mereka dapat menarik kesimpulan.
- Di mana dan kapan ditemukan?
Mutasi ini, dikenal para ilmuwan sebagai " G" , ditemukan di China pada Januari 2020. Varian G menyebar cepat melalui New York City dan Eropa.
- Telah menyebar ke mana saja?
Mutasi “ G” telah menyebar di mana-mana. Pada Juli, sekitar 70 persen dari 50.000 genom virus corona yang diunggah oleh para peneliti di seluruh dunia ke basis data bersama membawa varian tersebut.
- Apa perbedaannya?
Menurut beberapa ilmuwan, mutasi ini secara signifikan lebih mudah ditularkan daripada jenis virus yang asli. Itu karena varian ini memiliki paku (ujung tajam) empat hingga lima kali lebih banyak di permukaannya. Paku tersebut memungkinkan virus untuk menempel dan menginfeksi sel. Tetapi ilmuwan lain masih menentang transmisi yang lebih besar.
- Akankah vaksin ampuh?
Varian G merupakan varian dominan saat uji coba vaksin dilakukan pada 2020. Vaksin Pfizer dan Moderna menunjukkan keampuhan 95 persen dalam uji coba.
Tindakan perlindungan yang sama seperti menjaga jarak sosial, memakai masker, dan mencuci tangan disebut lebih penting dalam menghadapi varian yang lebih menular. Pedoman tersebut secara bersamaan akan mencegah kita jatuh sakit karena tertular varian tersebut, sekaligus mempersulit virus untuk bermutasi.
" Virus tidak bermutasi kecuali mereka berkembang biak," kata Fauci.
Namun penting juga bagi para ilmuwan untuk mempelajari sebanyak mungkin tentang varian ini, jika ada cara khusus untuk memperlambat penyebarannya. Sampai penelitian tersebut ada, kita tidak dapat berasumsi terkait apa yang akan dilakukan oleh varian baru tersebut.
Perusahaan farmasi sedang menguji varian baru terhadap vaksin mereka dan menjalankan uji coba baru. Moderna dan Pfizer-BioNTech dapat memperbarui vaksin mereka dengan cepat karena teknologi mRNA mereka, yang dapat diprogram ulang untuk menargetkan varian baru.
Moderna mempelajari bagaimana dua varian, Inggris dan Afrika Selatan, merespons vaksinnya. Hampir sama untuk varian Inggris, tetapi mereka melihat respons yang berkurang untuk varian Afrika Selatan. Perusahaan ini kemudian meluncurkan dua penelitian baru untuk mengatasi varian tersebut: Satu yang mengubah rejimen dua dosis menjadi tiga dan satu lagi untuk menguji vaksin yang semuanya baru khusus untuk varian Afrika Selatan.
Semakin banyak ilmuwan mengantisipasi kita pada akhirnya akan membutuhkan sesuatu yang mirip dengan vaksinasi flu tahunan - perusahaan akan memperbarui vaksin mereka secara berkala agar sesuai dengan varian virus corona yang lazim, dan kita perlu mendapatkan penguat agar tetap terlindungi.
" Dengan flu, kita perlu menyesuaikan vaksin. Kita sudah bisa melihatnya," jelas Ravindra Gupta.
" Perusahaan menyadari ada masalah dalam jangka panjang, dan mereka akan menanganinya seperti yang kami lakukan dengan flu setiap tahun," pungkasnya.
Sumber: merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya