Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Menjadi orangtua identik dengan mengomel, apalagi saat menyuruh anak belajar. Saat musim ulangan atau ujian nasional misalnya, orangtua pasti akan terus mendesak anak terus belajar demi kelulusan.
Dalam kondisi tertekan dan stres, banyak anak malah malas bahkan mogok belajar. Kondisi ini tentu membuat suasana rumah jadi tak enak. Nah, coba ubah cara komunikasi dengan anak saat memintanya belajar.
Cobalah beberapa cara ini saat menyuruh anak belajar, pastikan tanpa mengomel.
© Dream
Belajar tak harus selalu di meja belajar dan di kamar, bisa juga di ruang tamu, di taman atau di area bermainnya yang nyaman. Bangun kesan bahwa belajar tak selalu harus serius. Ajarkan sesuatu bahkan ketika ia bermain, seperti mengeja dan membaca papan peringatan.
© Dream
Anak memang tidak harus selalu pandai dalam segala hal. Umumnya anak memiliki ketertarikan tersendiri pada suatu bidang pelajaran, entah itu bahasa, olahraga, atau bahkan matematikan. Fasilitasi anak dengan banyak pelajaran yang ia sukai agar membangun kesna bahwa belajar itu tak menyiksa.
© Dream
Orangtua bisa dengan perlahan mendorong anak mengenal dan belajar hal lain. Mengatakan mengapa penting mempelajari ini dan itu, ketika anak mengetahui alasan yang tepat mengapa ia harus belajar dan mengapa itu bisa berguna dalam hidupnya, ia akan lebih terbuka menerima pelajaran yang tak dia suka.
© Dream
Pastikan belajar tidak berlangsung berjam-jam lamanya. Kalaupun ingin menerapkan waktu belajar yang panjang, pastikan memberi waktu istrahat dan bermain di sela-sela belajar. Anak-anak cenderung memiliki short attention span, ia akan mudah bosan dan hilang minat belajar.
© Dream
Jika ingin anak rajin belajar atau membaca, maka beri contoh yang sama, salah satunya dengan membiasakan membaca di rumah, entah itu buku atau koran. Sediakan banyak buku bacaan yang sesuai usianya atau yang ia sukai.
Laporan Febi Anindya Kirana/ Sumber: Fimela.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya