Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wanita Ini Harus Kehilangan Dahi Gara-gara Menaruh Kakinya Di Dashboard Mobil. (Foto: Metro.co.uk)
Dream – Wanita ini meminta orang-orang untuk tidak menaruh kakinya di dasbor. Dia tak ingin orang-orang mengalami hal yang sama kepada dirinya, yaitu kehilangan dahi.
Dikutip dari Metro.co.uk, Jumat 12 April 2019, perempuan bernama Grainne Kealy mengalami kecelakaan yang mengerikan. Setiap tulang di wajahnya patah setelah kantong udara mengembang dan mendorong lututnya ke kepalanya.
Bahkan, Kealy tidak dapat dikenali orang pasca kecelakaan.
Peristiwa nahas ini berlangsung pada 2007. Mobil yang ditumpanginya tergelincir di es, lalu menabrak dinding. Ironisnya, dia sedang menyandarkan kaki di dasbor mobil.
Akibat kecelakaan itu, wanita berusia 35 tahun ini mengalami kebocoran otak, cedera otak ringan, dan kehilangan dua gigi. Yang paling kentara adalah dahinya hilang dan diganti dengan keramik.
Ini alasannya dia meminta orang-orang untuk tidak menyandarkan kakinya di dashboard mobil.
“ Hancur hati saya bahwa tak banyak orang yang tahu betapa bahayanya itu,” tulis dia di Facebook.
Pasca kecelakaan, Kealy harus menjalani proses pemulihan yang lama dan sulit. Malah, dia tak punya ingatan kecelakaan itu.
“ Salah satu kenangan pertama adalah melihat ke cermin untuk petama kalinya,” kata dia.
Kealy mengaku tak mengenali wajah yang balas menatapnya di cermin.
Lalu, perempuan malang ini juga mengaku terus-menerus kehilangan kata-kata ketika sedang berbincang. Itu terjadi dua puluh kali sehari.
“ Saya sakit kepala ketika terlalu banyak orang berbicara di sekitar saya, ketika orang mencoba berbicara kepada saya, dan sulit merasa fokus,” kata dia.
Kealy meminta orang-orang untuk benar-benar memperhatikan masalah ini. Dia tak ingin hal yang dialami, terulang oleh orang lain. “ Tolong dengarkan aku dan belajarlah dari pengalaman mengerikanku,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya