Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
ASI Perah
Dream - Bagi para ibu menyusui yang seringkali beraktivitas di luar dan meninggalkan bayi di rumah, memerah ASI pun jadi pilihan utama. Terutama yang sehari-hari ke kantor. Memerah ASI bisa dilakukan 2 hingga 3 kali di kantor.
Hal ini demi memenuhi kecukupan ASI si kecil di rumah agar stok tetap aman dan tidak kekurangan. Tapi saat memerah ini, seringkali ASI yang keluar sedikit. Jumlahnya juga berkurang signifikan dari biasanya.
Kekhawatiran pun muncul, 'tabungan' ASI tak bisa memenuhi kebutuhan susu buah hati di rumah. Sebenarnya, hasil perah ini bukan indikator utama cukup atau tidaknya ASI perah untuk memenuhi kebutuhan bayi. Seringkali persepsi ibu lah yang menyimpulkan kalau ASI tidak cukup.
Seperti dikutip dari AIMI, hasil perahan seringkali tidak mencerminkan produksi ASI yang sesungguhnya. Jika ibu tidak rutin memerah maka hasil perahannya sedikit walaupun sebetulnya produksi ASI cukup banyak jika disusukan langsung.
Frekuensi memerah yang jarang, stres dan datang bulan biasanya memicu produksi ASI menjadi sedikit. Ibu memang harus pintar-pintar menerapkan manajemen stres dengan baik agar produksi ASI tetap lancar.
Selalu khwatir dengan kecukupan ASI juga membuat kepanikan. Hal ini malah membuat ibu stres dan berpengaruh buruk pada produksi ASI. Nah, untuk mengembalikan produksi ASI kembali normal, usahakan untuk rileks saat memerah, banyak minum air putih dan makan-makanan bergizi.
Saat di rumah sebisa mungkin menyusui langsung si kecil. Isapannya yang kuat akan merangsang produksi ASI. Jika merasa tetap bermasalah dengan produksi ASI, berkonsultasilah dengan konselor laktasi bersertifikat. Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya