Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ledakan Bintang Yang Diperkirakan Oelh Para Ilmuwan Menjadi Akhir Alam Semesta (Foto: Pixabay.com)
Dream – Para ilmuwan meyakini alam semesta akan berakhir jika terjadi sebuah ledakan bintang yang supermasif secara tiba-tiba. Proses itu tentu saja memakan waktu lama hingga jutaan tahun lamanya.
Alam semesta diperkirakan akan berakhir saat bintang berhenti bersinar dan memicu ledakan besar lubang hitam.
Dilansir dari Daily Star, ledakan itu disebut black dwarf supernova. Ledakan ini diperkirakan menjadi akhir dari dari alam semesta.
Ledakan supernova ini menurut para ilmuwan belum pernah terjadi sebelumya, sebab diperkirakan ledakan ini menjadi peristiwa besar terakhir yang terjadi di jagat raya.
Tentu saja perkiraan para ilmuwan itu menjadi hal yang perlu dimaknai bahwa manusia perlu memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya sebelum masa itu datang.

Para ilmuwan menyebut ketika alam semesta akan berakhir maka suhu jagat raya akan turun menjadi nol mutlak, yaitu -273 derajat celcius. Proses tersebut tidak akan berakhir dalam satu momen yang dramatis, namun akan menjadi proses panjang yang berlarut-larut.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society menunjukkan bagaimana ledakan lubang hitam ini akan memancarkan cahaya terang untuk terakhir kalinya.
Penulis hasil penelitian sekaligus fisikawan teoritis di Universitas Illionis State, Matt Caplan, mengatakan proses menuju ledakan itu memakan waktu yang sangat lama.
“ Skala waktu ini sangatlah panjang. Kami memperkirakan lubang hitam terbesar itu mungkin akan menguap dalam skala waktu hanya sekitar 10 hingga 100 tahun,” kata Matt Caplan.
Ketika kilau cahaya terakhir memudar, maka tidak akan ada cahaya lagi yang tersisa di alam semesta ini.

Hasil penelitian itu didapatkan setelah para ilmuwan NASA mendeteksi alam semesta secara paralel. Namun para ahli fiksi ilmiah telah mengetahui tentang penelitian alam semesta secara paralel sejak awal tahun 1960-an.
Sementara itu para fisikawan telah melakukan perdebatan Panjang tentang alam semesta paralel sejak tahun 1952 dengan mempertanyakan apakah kita benar-benar hidup di multiverse.
Ahli Fisika Kuantum Erwin Schrodinger mengatakan bahwa perkiraan itu tampak gila, sejauh ini hanya ada sedikit bukti tentang dimensi di luar diri kita.
Tapi saat ini percobaan deteksi sinar kosmik telah menunjukkan bahwa partikel-partikel mungkin saja ditemukan berasal dari luar alam semesta kita atau dari dimensi lain.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya