JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Polusi Udara (Foto: Shutterstock)
Dream - Asap motor, pabrik dan polusi lainnya selalu memenuhi udara. Udara yang kita hirup pasti sudah terpapar polusi.
Faktanya menurut data WHO, sekitar 93 persen anak di dunia yang berusia di bawah 18 tahun terpapar polusi udara setiap hari.
WHO juga mengungkap ada 1,8 miliar anak di bawah 15 tahun dan 630 juta anak di bawah lima tahun menghirup racun polusi setiap hari. Tingkat pendapatan per kapita negara turut memengaruhi tinggi rendahnya paparan polusi udara pada anak.
Di negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi, sekitar 52 persen terpapar Particulate Matter (PM) 2,5 di atas ambang batas dari WHO. Di negara-negara dengan pendapatan per kapita rendah dan menengah, jumlah anak yang terpapar polutan makin tinggi yakni sampai 98 persen dari total populasi anak.
Udara yang penuh polusi menyebabkan sekitar 600 ribu anak meninggal dunia karena Infeksi Saluran Pernapasa Akut (ISPA) di 2016. Dan, ISPA merupakan penyumbang kematian anak hingga 50 persen di negara-negara dengan pendapatan perkapita rendah dan menengah termasuk Indonesia.
“ Polusi udara adalah racun bagi jutaan anak dan menghancurkan hidup mereka. Ini tidak bisa dibiarkan. Setiap anak berhak untuk menghirup udara bersih, agar tumbuh dan memaksimalkan potensi mereka,” kata Direktur General WHO dr. Tedros Adhanom.
Anak sangat rentan terpapar polusi udara karena ia bernapas lebih cepat dari orang dewasa. Hal ini dapat mempengaruhi perkembangan syaraf dan kemampuan kognitif anak.
Polusi udara juga bisa memicu asma dan kanker pada anak. Bila terpapar tinggi, anak-anak berisiko sangat besar untuk menderita penyakit kronis seperti kardiovaskular di kemudian hari.
Sumber: Benekdita Desideria/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
