Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kabai Baik Uji Klinis Vaksin Covid-19 Rusia, Menjanjikan Tapi...
Dream - Vaksin Covid-19 buatan Rusia, Sputnik-V, diklaim menunjukan hasil menjanjikan dalam serangkaian uji klinis. Sebanyak 76 relawan yang disuntik menunjukan tubuhnya memproduksi antibodi untuk melawan virus tersebut.
Namun hasil uji klinis ini masih berskala kecil sehingga masih perlu dilakukan penelitian lanjutan.
Jurnal Medis The Lancet dalam laporannya menulis para pasien yang mendapat tes awal vaksin Covid-19 telah memproduksi antibodi dengan tidak menimbulkan efek samping serius pada tubuhnya.
Seluruh pasien yang menerima suntikan Sputnik-V dilaporkan bisa merespone dengan memproduksi antibodi.
Kendati membawa berita menggembirakan, para ahli tetap hati-hati dengan menyatakan hasil tes ini masih terlalu kecil sehingga dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan tingkat keamanan dan efektivitas vaksin tersebut.
Naor Bar-Zevv dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, ahli yang tak terlibat dalam penelitian ini, mengatakan, hasil percobaan ini merupakan tahap menggembirakan namun masih kecil. Dia mengatakan vaksin ini belum diuji coba pada pasien manula yang telah tercatat meninggal dunia 900 ribu orang di seluruh dunia.
" Menunjukan keamanan merupakan hal penting dari vaksin Covidd-19, bukan hanya bagi penerima vaksin tapi juga tingkat kepercayaan lebih luas," ujarnya dikutip dari Lancet seperti dilansir dw.com.
" Karena vaksin diberikan kepada orang sehat dan, selama pandemi COVID-19, berpotensi untuk diterapkan pada semua orang setelah disetujui setelah melewat uji coba fase 3, keamanan adalah yang terpenting."
Akhir bulan lalu, Rusia mengumumkan telah memberikan lampu hijau untuk produksi vaksin Sputnik-V. Namun tindakan itu membuat kecemasan di kalangan Negara Barat yang khawatir dengan minimnya informasi.
Banyak negara khawatir produksi vaksin yang terlalu cepat malah bisa membahayakan.
Rusia sendiri mengabaikan kekhawatiran itu dan tetap melanjutkan proses produksi dan uji coba vaksin.
Dalam sebuah analisa, para peneliti Rusia dilaporkan membagi pasien kedalam dua grup kecil masing-masing 38 orang orang dewasa usia antara 18-60 tahun. Mereka diberikan suntikan dalam dua tahap.
Setiap partisipan mendapat suntikan pertama sebelum mereka disuntik lagi setelah 21 hari kemudian.
Partisipan ini dipantai ketat dan dipelajari perkembangannya selama 42 hari untuk mengetahui ada tidaknya produksi antibodi di dalam tubuh.(Sah, Sumber: Dw.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya