Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Foto: Twitter @mharisinghani.
Dream - Pengguna kontrasepsi spiral atau intra uterine device (IUD) sangat dianjurkan untuk melakukan kontrol dengan bidan atau dokter kandungan satu kali dalam setahun. IUD bisa digunakan selama 5 tahun dan tingkat efektivitasnya dalam mencegah kehamilan mencapai 99 persen jika letaknya tepat.
Ada kalanya IUD bergeser dan kehamilan terjadi. Namun bisa juga IUD melenceng jauh dari tempat seharusnya. Seperti sebuah foto rontgen yang diunggah oleh Mukesh Harisinghani di akun twitternya @mharisinghani.
Profesor radiologi di Massachusetts General Hospital, Boston, Amerika Serikat ini, memperlihatkan foto rontgen seorang pasien. Dalam keterangan foto tersebut, ia menulis " IUD missing" atau " IUD menghilang" .

Para warganet pun penasaran, di mana IUD yang harusnya berada di rongga rahim. Bagi masyarakat awam pastinya kesulitan saat melihat rontgen dan mencari di mana IUD yang hilang.
© Dream
Barry Schapiro, seorang dokter spesialis ortopedi mencoba menjawab misteri foto tersebut. Lewat akun @bschapiroMD, ia menandai foto rontgen tersebut dengan tanda merah.
Dari penandaan tersebut tampak IUD sudah berada di bagian dada. Tepatnya ada di dada kanan atas.

Ternyata IUD berpindah tempat. Mengapa hal ini bisa terjadi? Akun @lindsay_s_miles menjelaskan kalau hal itu biasanya karena perforasi rahim. Yaitu ketika alat IUD melubangi rahim lalu bergerak ke mana saja, termasuk ke area dada.
" Pasien tidak akan merasa apapun, sampai periksa USG untuk melihat rahim dan pemeriksaan sinar-X. Aku menjalani semua tes itu, untung juga milikku (rahim) tidak rusak," tulisnya.
Bagi pemakai IUD, jangan lupa periksa rutin ya.
© Dream
Dream - Penggunaan alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) atau lebih dikenal dengan spiral, jadi pilihan banyak perempuan terutama bagi ibu yang masih menyusui. Alat kontrasepsi ini pasalnya tak akan mempengaruhi hormon yang bisa menurunkan produksi ASI.
Tak seperti alat kontrasepsi hormon, seperti suntik, pil atau patch. Penggunaanya cukup sekali saja dan tak perlu berulang. Presentase kegagalannya juga kecil, tapi ada syaratnya. Ibu yang memakai IUD atau spiral wajib kontrol secara rutin.
Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Boy Abidin, tidak sedikit dari pemakai IUD yang kebobolan atau hamil. Hal ini karena kondisi rahim berubah.
" Ukuran IUD atau spiral memang dibuat berdasarkan rata-rata rahim, jadi kan ukurannya sama untuk semua wanita. Sedangkan ukuran rahim wanita berbeda. Jadi kalau dipasang di rahim yang cukup besar, bisa jadi IUD nya kurang efektif," ujar Boy dalam acara World Contraception Day 2019, di The Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 26 September 2019.
© Dream
Selain itu, spiral yang bergeser juga dapat menyebabkan kehamilan. Spiral yang bergeser ini bisa diakibatkan karena haid yang menggumpal dan berlebih.
" Kalau ada haid yang bergumpal atau deras, ya itu ikut aliran darah haid. Pada saat haid kan rahim ada gerakan kontraksi untuk mengeluarkan darah haid, nah itu juga biasanya ikut terbawa gerakan itu," ujar Boy.
Banyak juga perempuan yang memakai spiral tidak menyadari bahwa alat kontrasepsinya terlepas. Oleh karena itu, perhatikan kondisi spiral saat haid.
© Dream
Boy mengingatkan, bagi ibu yang menggunakan spiral, pemeriksaan rutin adalah hal wajib. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan enam bulan atau setahun sekali. Ini dilakukan untuk melihat posisi IUD apakah masih efektif.
" IUD kan sekarang bentuknya huruf T ya, jadi meskipun dia lompat-lompat, jungkir balik, dan segala macem sih sebenernya dia gak akan bergeser," ungkapnya.
Laporan: Keisha Ritzska Salsabila
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele